Transfer Keluar Otomatis, Bank Mandiri Belum Menjelaskan Transaksi Tidak Dikenal di Rekening Saya
Yth. Redaksi Media Konsumen,
Terima kasih telah berkenan memuat surat saya. Saya ingin menyampaikan keluhan terkait transaksitidak dikenal Bank Mandiri melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.
Sebagai catatan, untuk mengakses mobile banking saya menggunakan password kombinasi yang rumit dan harus diketik manual. Saya tidak pernah mengaktifkan fitur biometric atau face recognition yang bisa terjadi otomatis di luar kesadaran pengguna. Saya selalu berhati-hati dalam menjaga keamanan digital, sehingga saya sangat yakin transaksi yang saya alami bukan akibat kelalaian pribadi.
Pada 17 Agustus 2025, terjadi transaksi “Others” dengan keterangan “Transfer otomatis” sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah) dari rekening saya (133XXXX8483XX) ke rekening lain (129XXXX3313XX).
Saya tidak pernah mengatur transfer otomatis tersebut dan tidak menerima permintaan login atau PIN konfirmasi. Selain itu, transaksi ini tidak muncul di notifikasi aplikasi maupun email, berbeda dari transaksi yang saya lakukan sendiri yang selalu tercatat lengkap.
Dari gambar mutasi rekening terlihat perbedaan dengan transaksi transfer yang saya lakukan sendiri (IDR Transfer).
Saya segera melapor melalui kanal resmi Bank Mandiri dengan melampirkan tangkapan layar mutasi rekening. Setelah melalui proses verifikasi data, pihak MandiriCare menyatakan laporan sedang diproses. Tapi sampai sekarang belum ada penjelasan terkait transaksi tersebut.
Pada 10 September 2025, staf cabang Bank Mandiri tempat saya terdaftar bernama Bapak Ri*** sempat menghubungi saya dan menyampaikan bahwa kasus ini sudah diteruskan ke bagian IT. Tapi informasi tindak lanjut berikutnya tidak pernah saya terima sampai surat ini dibuat, baik melalui email maupun telepon, meskipun saya sudah beberapa kali menanyakan perkembangannya.
Saya merasa kecewa dan pesimis karena sampai saat ini, Bank Mandiri belum dapat memberikan penjelasan maupun tanggung jawab yang jelas. Sebagai bank BUMN yang diawasi oleh OJK dan dijamin LPS, seharusnya keamanan sistem transaksi menjadi prioritas utama. Nilai transaksi mungkin kecil, tetapi tanggung jawab terhadap nasabah tidak boleh diukur dari besar-kecilnya nominal uang tersebut.
Saya mulai berpikir bagaimana jika hal ini terjadi berulang dan mungkin tidak hanya terjadi pada saya? Saya merasa insecure dan ragu untuk menyimpan dana dan bertransaksi menggunakan Bank Mandiri. Jika Bank Mandiri tidak bisa mempertanggungjawabkan penjelasan kasus ini, tidak ada pilihan lain. “Adios, Bank Mandiri!”
Saya berharap kasus ini menjadi perhatian serius agar Bank Mandiri melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan dan integritas karyawannya, serta meningkatkan kecepatan dan transparansi dalam menangani keluhan nasabah. Bagaimanapun juga, Bank Mandiri adalah salah satu bank BUMN yang sepatutnya menjadi kebanggaan kita sebagai masyarakat Indonesia.
Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi saya dan teman-teman pembaca sekalian. Saya mengimbau kepada siapa pun sebagai nasabah bank (semua bank) untuk rutin memeriksa mutasi rekening guna menghindari potensi transaksi yang tidak diketahui.
Terima kasih dan salam.
Anton
Kabupaten Bogor, Jawa Barat



