Berita Lainnya

Tokopedia Card dan Bodohnya Ekosistem Perbankan

Butuh sejumlah energi yang besar untuk bisa menuliskan artikel ini. Tujuan utama saya dalam menulis artikel ini adalah untuk mempertanyakan selisih sebesar Rp454.900 pada sisa limit kartu kredit BRI x Tokopedia Card yang saya miliki.

Limit yang seharusnya, menurut perhitungan saya, adalah Rp24.996.913; namun limit yang muncul per tanggal 16 November 2025 (satu hari setelah tanggal cetak tagihan yaitu 15 November 2025) hingga artikel ini di-submit, (saya sengaja tidak menggunakannya untuk mempertahankan bukti tersebut) adalah sebesar Rp24.542.013.

Pertama-tama, mari kita bahas mengenai limitLimit yang seharusnya menurut perhitungan saya”. Saya sengaja menggunakan Excel seperti yang terlampir pada gambar untuk merangkum:

  1. Sisa limit per tanggal cetak tagihan Oktober 2025, yaitu 15 Oktober 2025.
  2. Kumpulan pembukuan atas transaksi dari 16 Oktober 2025 hingga 15 November 2025, yang saya dapatkan dari lembar tagihan yang sudah muncul di aplikasi Tokopedia (namun sayangnya belum dikirim melalui email).
  3. Sisa limit yang seharusnya menurut perhitungan matematika sederhana tersebut, yaitu sisa limit per 15 Oktober 2025, ditambah pembayaran (ditandai dengan font hijau) dikurangi transaksi (ditandai dengan font merah).

Perlu dicatat, bahwa transaksi Pembukuan Cicilan tidak mengurangi limit, sehingga dapat diabaikan, agar pihak BRI, dan pembaca Media Konsumen dapat fokus pada transaksi yang ditandai dengan font berwarna merah dan hijau saja.

Satu hal yang ingin saya soroti adalah, saya tidak terlalu mempermasalahkan jika transaksi cicilan berubah menjadi pembayaran penuh dan sebaliknya, anggap saja itu adalah bug konyol dari Tokopedia atau BRI. Namun, saya perlu menyoroti hal ini jika kekonyolan tersebut berpengaruh pada pengenaan biaya tertentu, sebagai biaya konversi transaksi. Hal ini menjadi asumsi atau dugaan saya mengenai hilangnya limit kredit sebesar Rp454.900 yang saya alami.

Saya ingin memastikan bahwa tagihan saya untuk bulan Oktober 2025 adalah sebesar Rp17.537.962 dan total pembayaran saya, seperti yang bisa dilihat di Excel, sudah jauh melebihi angka tersebut. Sehingga selisih sebesar Rp454.900 sudah pasti bukan disebabkan oleh bunga, biaya, atau denda keterlambatan pembayaran.

Saya berharap ada penjelasan yang memadai dari BRI terkait masalah ini. Saya sudah mencoba menghubungi melalui aplikasi BRImo, namun setelah 8 menit, tidak ada sama sekali call center yang merespons telepon saya. Tentu saja, saya sudah memahami situasi Good Corporate Governance plat merah yang satu ini. Saya berharap limit saya sebesar Rp454.900, tersebut segera kembali, jika memang perhitungan saya sudah benar.

Anugerah Ramot
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.