Berita Lainnya

Terios Saya Terdampak Tabrakan Beruntun oleh Truk Sampah Pemprov DKI, Sudah Mengadu di CRM Jakarta tetapi Hanya Dijawab Normatif

Selamat siang, saya ingin berbagi pengalaman agar rekan-rekan bisa mengantisipasi dengan lebih baik ketika berurusan dengan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil pelat merah.

Izin berbagi kejadian kecelakaan lalu lintas pada pukul 06.40 tanggal 26 Januari 2026 yang melibatkan truk sampah Hino B 9164 PJA milik Pemprov DKI Jakarta. Truk sampah tersebut beroperasi di Jakarta Utara, tepatnya Kecamatan Tanjung Priok, dengan pengemudi Pak M Bac***. Lokasi kejadian di depan Indogrosir Bekasi Barat, Jalan I Gusti Ngurah Rai (Jalan Baru), Kota Bekasi, dekat Stasiun Cakung.

Kronologis singkat: Daihatsu Terios B 27** K** dari arah Bekasi, Honda BR-V B 20** K** dari arah Jakarta dan berhenti di u-turn depan Indogrosir karena mau putar balik. BR-V sudah berhenti, Terios maju dengan kecepatan kira-kira 40 km/jam (sebetulnya saya lupa persisnya). Tiba-tiba BR-V maju sambil berbelok ke kanan dan akhirnya menabrak Terios di u-turn tersebut.

Akibatnya, pada Terios terlihat dua airbag depan meledak, kaca depan pecah, dan mengalami kerusakan di bagian depan kanan. Sementara itu, BR-V mengalami kaca belakang pecah, pintu belakang rusak parah, serta bagian depan kiri rusak.

Setelah turun dari mobil, saya sebagai pengemudi Terios dan Pak Ant***** Mur******** sebagai pengemudi BR-V baru mengetahui bahwa penyebab BR-V maju adalah karena ditabrak dari belakang oleh truk sampah Hino B 9164 PJA yang dikemudikan Pak M Bac***. Pada saat kejadian, Pak M Bac*** hanya bisa menunjukkan KTP dan STNK mati.

Kami sebagai korban sudah datang ke Kecamatan Tanjung Priok dan diarahkan ke Waduk Cincin untuk bertemu Pak Ami*** selaku penanggung jawab Sudin LHI. Berikut ini isi mediasinya:

  1. 26 Januari 2026 pukul 15.00–16.00 WIB, mediasi pertama dengan hasil kami sebagai korban menunggu estimasi dari Bengkel Daihatsu Pondok Bambu, dan paguyuban pengemudi truk sampah juga akan memberikan estimasi versi bengkel langganan mereka.
  2. 6 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, saya dan Pak Ant***** sebagai korban mendatangi Kantor Kecamatan Tanjung Priok dan bertemu Pak Ami*** dari Sudin Dinas LHI. Pak M Bac*** selaku pengemudi truk sampah baru datang satu jam kemudian. Diskusi dipindahkan ke pukul 15.00 WIB sambil menunggu pengurus paguyuban truk sampah sesuai janji Pak Gat*** (salah satu pengurus) ketika ditelepon dan di WhatsApp group.
  3. 6 Februari 2026 pukul 16.00 WIB, saya dan Pak Ant***** sebagai korban mendatangi Waduk Cincin sesuai kesepakatan. Namun, yang hadir hanya Pak Ami*** dari Sudin LHI dan Pak M Bac*** selaku pengemudi truk. Sementara itu, pihak paguyuban tidak datang dan bahkan menyampaikan di group WhatsApp mereka tidak mampu dengan estimasi perbaikan kedua mobil dari Bengkel Daihatsu Pondok Bambu yang telah mereka terima atau ketahui, serta menyarankan untuk membicarakan kesanggupan langsung dengan pengemudi saja, yaitu Pak M Bac***.

Pertanyaan kami sebagai korban adalah sederhana:

  1. Siapa yang akan menanggung perbaikan kerusakan mobil Terios dan BR-V?
  2. Kami sudah membuat laporan di CRM DKI sebanyak tiga kali sampai dengan hari ini, tetapi tanggapannya hanya normatif dan tidak ada solusi. Harus berapa kali membuat laporan agar ditanggapi dengan serius?
  3. Bagaimana tanggung jawab Pemprov DKI atau khususnya Dinas LHI, mengingat truk ini adalah milik pemerintah, saat kejadian pelat nomor mati, STNK mati, dan pengemudinya tidak bisa menunjukkan SIM, hanya KTP? Mengapa dibiarkan beroperasi padahal hal tersebut membahayakan, ditambah pengakuan pengemudi bahwa rem truk blong, serta banyak aturan yang dilanggar?
  4. Bagaimana pertanggungjawaban fungsi pengawasan, manajemen risiko, dan mitigasi dari Pemprov DKI, khususnya dinas terkait?

Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka. Kami sebagai korban secara fisik masih sehat, walaupun terguncang secara mental akibat kecelakaan tersebut. Kami hanya meminta tanggung jawab perbaikan mobil kami, tidak kurang dan tidak lebih.

Terima kasih.

Aries
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.