Berita Lainnya

Terganggu dengan Pemaksaan Aktivasi Kartu dari Telesales Bank DBS!

Hal: Keluhan atas Penerbitan Kartu Kredit Tanpa Persetujuan dan Aktivitas Telesales yang Mengganggu – Bank DBS Indonesia

Kepada Yth. Redaksi Media Konsumen,

Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan keluhan resmi terkait pengalaman saya sebagai nasabah Bank DBS Indonesia yang sangat meresahkan dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai tata kelola persetujuan produk serta keamanan transaksi.

Berikut kronologis kejadian yang saya alami.

Pada awal Desember 2025, saya mengajukan pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA) Bank DBS melalui petugas sales bernama Ras*** Ham*** (berdasarkan kontak WhatsApp yang bersangkutan).

Dalam proses pengajuan tersebut, saya hanya mengajukan fasilitas KTA. Pada formulir yang saya isi, saya secara tegas menyatakan tidak bersedia untuk diterbitkan kartu kredit.

Namun, sekitar pertengahan Desember 2025, setelah pengajuan KTA saya disetujui, tiba-tiba sebuah kartu kredit Bank DBS dikirimkan ke rumah saya. Saya tidak pernah mengajukan kartu kredit tersebut, baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini menunjukkan bahwa Bank DBS secara sepihak menerbitkan kartu kredit tanpa persetujuan saya dan tanpa adanya permintaan bundling yang saya setujui.

Saya telah menghubungi saudara Ras*** Ham*** dan menyampaikan bahwa saya tidak pernah mengajukan kartu kredit tersebut serta tidak bersedia melakukan aktivasi dalam bentuk apa pun.

Sejak akhir Desember 2025 hingga saat ini, saya terus-menerus menerima telepon dari telesales Bank DBS yang meminta saya melakukan aktivasi kartu kredit tersebut. Padahal, setiap kali dihubungi, saya selalu menyampaikan penolakan dengan baik-baik hingga beberapa kali menyampaikan keluhan keras (hard complain). Namun demikian, telepon tersebut tetap berlanjut.

Bahkan, dalam satu minggu terakhir, saya menerima telepon hampir setiap hari dari telesales Bank DBS, yang sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan saya.

Selain aktivitas telesales yang meresahkan, pada tanggal 19 Januari saya tiba-tiba menerima permintaan OTP transaksi pada kartu kredit yang tidak pernah saya aktifkan. Hal ini sangat janggal dan menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan sistem Bank DBS.

Bagaimana mungkin kartu yang tidak pernah diaktivasi dapat memicu permintaan OTP transaksi? Kondisi ini membuat saya mempertanyakan standar keamanan transaksi di bank sekelas DBS.

Melalui surat ini, saya menyampaikan beberapa hal.

Saya tidak ingin menerima penawaran atau promosi apa pun dari Bank DBS untuk produk apa pun, terlepas dari fakta bahwa saat ini saya masih menggunakan fasilitas KTA.

Saya meminta Bank DBS untuk menghentikan seluruh aktivitas telesales kepada saya dalam bentuk apa pun.

Saya meminta klarifikasi resmi dan transparan terkait insiden permintaan OTP pada kartu kredit yang tidak pernah saya aktivasi, termasuk penjelasan mengenai keamanan data dan potensi penyalahgunaan.

Saya juga meminta penjelasan mengapa kartu kredit dapat diterbitkan tanpa persetujuan saya, padahal pada formulir pengajuan saya telah menyatakan tidak bersedia.

Saya berharap Bank DBS Indonesia dapat memberikan tanggapan yang profesional, jelas, dan bertanggung jawab atas kejadian ini. Saya juga berharap kejadian serupa tidak dialami oleh nasabah lain di kemudian hari.

Atas perhatian dan tindak lanjutnya, saya ucapkan terima kasih.

Dendy Nugraha
Tangerang Selatan, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.