Tagihan OVO PayLater Rp7 Juta di Grab, Padahal Tak Pernah Daftar dan SLIK Kol 5
Kepada Tim OVO, OVO PayLater, dan Grab,
Saya ingin menyampaikan keluhan serius terkait beberapa hal yang sangat merugikan saya sebagai pengguna, yaitu aktivasi OVO PayLater tanpa persetujuan, proses verifikasi data pribadi yang tidak jelas, serta lamanya pembaruan data diri pada akun saya.
Berikut data akun saya:
- Nama akun OVO: Yosefin Yola *. ******
- Email terdaftar: yola************@gmail.com
- Nomor telepon terdaftar: 0878-****-**43
Saya adalah pengguna Grab yang terverifikasi serta pengguna OVO yang juga terverifikasi. Namun, akun tersebut tidak terlalu aktif, karena saya lebih sering menggunakan Gojek untuk transportasi dan makanan. Terakhir kali saya memesan Grab adalah di awal bulan Oktober 2025 dan itu menggunakan OVO Cash, bukan Paylater.
Saya juga baru mengetahui bahwa OVO memiliki fitur Paylater setelah menerima tagihan ghoib yang tidak jelas ini, mencapai lebih dari Rp7 juta. Kemudian, sekitar akhir bulan Oktober 2025, saya menerima telepon dari tim penagihan OVO Paylater yang menyatakan bahwa saya sudah terlambat 104 hari. Mungkin jika dihitung sampai hari ini, sudah lebih dari 100 hari.
Saya sangat terkejut, kenapa tiba-tiba ada tagihan OVO Paylater? Tak lama setelah itu, saya dihubungi melalui chat oleh pihak penagihan, yang berasal dari PT Polaris. Saya menjelaskan bahwa saya tidak menggunakan OVO Paylater dan juga tidak menerima email yang menyatakan bahwa saya menggunakan OVO Paylater. Namun, pihak penagihan malah meminta saya untuk menjelaskan kepada pihak OVO atau Grab.
Ketika saya mencoba menjelaskan dengan menelepon call center OVO, mereka hanya mengatakan bahwa masalah ini akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait, tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut. Pihak OVO juga tidak bisa menjelaskan transaksi yang mencapai Rp7 juta itu digunakan untuk apa, apakah untuk membeli makanan atau pergi ke mana. Mereka tidak bisa memberikan penjelasan dan tidak terdeteksi.
Setelah 3 hari, saya kembali dihubungi melalui chat dan telepon oleh pihak penagihan OVO Paylater, dan ketika saya mengadu ke pihak OVO, yang saya dapatkan malah solusi berupa pengingat untuk membayar tagihan OVO Paylater saya yang sudah terlambat lebih dari 100 hari. Padahal sebelumnya tidak ada pemberitahuan.
Transaksi OVO Paylater itu sudah terjadi sejak bulan Juni 2025, sedangkan saya tidak menggunakan OVO Paylater dan tidak tahu bahwa OVO memiliki fitur tersebut. Sebagai informasi tambahan, kondisi perbankan saya sudah sangat buruk sejak tahun 2023, sudah terdaftar di Kol 5, jadi bagaimana bisa OVO Paylater saya aktif dan mendapatkan limit sampai Rp7 juta?
Jika OVO terhubung dengan OJK SLIK, seharusnya saya tidak bisa mendapatkan limit tersebut. Karena data yang terdaftar di OVO Paylater mengikuti data yang ada di sistem OVO, dan data di sistem OVO tersebut menggunakan KTP lama saya di daerah Tangerang, di mana rumah di Tangerang itu sudah saya jual kepada pihak keluarga lain. Namun, hubungan dan komunikasi saya dengan keluarga baru yang membeli rumah saya di Tangerang masih terjalin dengan baik hingga sekarang.
Saya tidak ingin sampai ada penagihan dari pihak lapangan ke alamat lama saya yang sudah tidak saya tempati, karena itu akan membuat saya malu dan juga mengganggu pihak keluarga baru di sana. Oleh karena itu, saya meminta pihak OVO untuk mengubah alamat saya yang terdaftar di sistem OVO dan OVO Paylater. Saya sudah melampirkan foto KTP baru saya dan foto saya yang memegang KTP baru tersebut. Saat ini, saya sudah menetap dan bekerja di Yogyakarta bersama kedua orang tua saya.
Namun, pihak OVO kembali membuat saya kecewa ketika saya meminta agar data saya diubah menjadi data baru, baik itu alamat maupun tempat kerja. Saya sudah mengirim foto sesuai yang mereka minta, tetapi jawabannya malah mengatakan bahwa data yang saya kirim itu adalah editan. Mereka juga memberikan banyak alasan lainnya.
Saya sangat lelah dengan masalah ini. Alasan saya meminta agar data diri saya di OVO dan OVO Paylater diperbarui adalah agar ketika pihak lapangan datang, mereka hanya datang ke Yogyakarta, dan saya akan menjelaskan bahwa saya tidak akan membayar karena ini adalah kesalahan dari pihak OVO dan Grab.
Sebagai informasi, saya mencoba menggali lebih dalam terkait OVO Paylater, ternyata kejadian yang saya alami ini juga pernah dialami oleh nasabah lain. Mereka juga menulis di Media Konsumen, tetapi tetap tidak ada jalan keluar dari OVO dan Grab, malah mereka diminta untuk tetap membayar. Sepertinya nasabah tersebut juga tidak mau membayar, sama seperti saya.
Berikut ini kejadian yang mirip dengan yang saya alami:
- Akun OVO Dibobol tanpa Memberikan OTP Pada Siapapun, Tiba-tiba Ada Tagihan OVO Paylater
- Akun OVO Diambil Alih Orang, Muncul Tagihan PayLater akibat Proses Penutupan Lama
- Sudah Bayar OVO PayLater, Tapi Terus Ditagih dan Kena Denda; Komplain ke Pihak OVO dan Taralite Tidak Ditanggapi
- Penagihan OVO Paylater untuk Tagihan yang Sudah Dilunasi
Untuk itu saya meminta hal-hal sebagai berikut:
- Penjelasan rinci mengapa OVO PayLater bisa aktif tanpa persetujuan saya.
- Klarifikasi mengenai pemberian limit meskipun SLIK saya menunjukkan risiko tinggi.
- Penonaktifan permanen fasilitas OVO PayLater yang aktif tanpa persetujuan saya.
- Pembaruan data diri dan alamat saya yang sudah lama saya ajukan.
- Kepastian bahwa pembaruan data saya selesai paling lambat 21 November 2025.
- Perbaikan sistem verifikasi dan keamanan data agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Saya menunggu tanggapan resmi yang jelas, profesional, dan bertanggung jawab dari pihak OVO, OVO PayLater, dan Grab.
Surat ini ditujukan untuk:
Yola R.
Sleman, Yogyakarta









