Berita Lainnya

Surat Terbuka untuk CEO Traveloka: Pesanan Hotel Novotel Thakher Makkah Sudah Dibayar tapi Disuruh Bayar Ulang di Lokasi, Dana 23 Juta Masih Ditahan dan CS Hanya Memberi Chat Kosong!

Kepada Redaksi Media Konsumen,

Melalui surat ini saya ingin menegaskan kembali kebobrokan layanan Traveloka dan Novotel Thakher Makkah yang hingga hari ini, 2 April 2026, masih menahan hak saya sebesar Rp23.600.000 (5.000 SAR).

Kronologi:

Saya berangkat umroh dengan harapan ibadah yang tenang, namun dihancurkan oleh sistem Traveloka yang tidak tersinkronisasi dengan hotel. Saya dipaksa membayar ulang Rp23,6 juta di lokasi pada 15 Maret 2026, padahal sudah lunas sejak Oktober 2025 (ID: PSRHBPBD).

Dana tersebut adalah uang perbekalan saya selama di tanah suci. Akibat ditahan, saya harus menanggung stres, kecemasan, bahkan kesulitan finansial di negeri orang.

Sejak 15 Maret sampai saya tiba kembali di Jakarta, CS Traveloka tidak memberikan solusi. Mereka justru berulang kali mengirim chat kosong dan secara sepihak menandai laporan saya “Telah direspons/selesai” di aplikasi. Ini adalah bentuk penipuan administrasi untuk menutupi kinerja buruk mereka.

Saat ini saya sudah di Jakarta dalam keadaan lelah secara mental dan materiil. Hingga detik ini, uang saya belum kembali sepeser pun. Traveloka hanya terus mengganti nomor tiket laporan (Tiket #47442995 dan lainnya) tanpa ada bukti transfer nyata.

Tuntutan Saya:

Saya tidak butuh janji atau permohonan maaf formal. Saya menuntut:

  1. Pengembalian dana 100% hari ini juga.
  2. Kompensasi nyata atas kerugian imateriil (rusaknya suasana ibadah dan stres psikologis).

Saya sudah melaporkan hal ini ke BPKN (Badan Perlindungan Konsumen Nasional) dan tidak akan berhenti menyuarakan ini di media sosial sampai hak saya terpenuhi. Jangan sampai ada jemaah umroh lain yang menjadi korban ketidakprofesionalan Traveloka.

Hormat saya,

Apsah
Karawang, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.