Berita Lainnya

Shopee Berturut-turut Membatalkan Sepihak dan Menghilangkan Paket Kiriman Kami

Salam hangat,

Terima kasih kepada Media Konsumen yang telah bersedia menerbitkan surat ini.

Kami ingin memberitahukan kepada pihak Shopee dan Shopee Express bahwa toko kami menderita banyak kerugian akibat adanya pembatalan sepihak dan penghilangan barang oleh Shopee untuk pesanan dengan nomor order 260110NT7JNWK3 yang telah kami kirimkan dengan nomor resi SPXID067810799131.

Pesanan tersebut masuk pada hari Sabtu malam (10-01-26) berupa 21 buah produk Pokemon Kids dan telah segera kami kirimkan paketnya pada hari Senin sore (12-01-26) dari Bekasi dengan tujuan Semarang. Pada subuh keesokan harinya (13-01-26), paket sudah sampai di Cakung DC 2, Jakarta.

Namun hingga lebih dari satu minggu kemudian (22-01-26), status paket tidak bergerak sama sekali dan kami pun akhirnya menghubungi customer service dengan membuka tiket pelaporan dengan kode laporan 2014026648800616536 di Shopee. Customer service memberitahu bahwa sedang terjadi overload di gudang dan menyuruh kami menunggu beberapa hari serta menjanjikan bahwa pengiriman akan dimaksimalkan dalam beberapa hari ke depan.

Setelah menunggu beberapa hari (24-01-26), kami kembali menghubungi customer service karena paket masih tidak bergerak juga. Keesokan harinya (25-01-26), customer service memberitahu bahwa pengiriman paket tersebut tiba-tiba tidak dapat dilanjutkan karena adanya kendala operasional yang tidak pernah mau mereka jelaskan secara detail, walaupun sudah kami tanyakan apa penyebab yang membuat paket tidak dapat dilanjutkan pengirimannya.

Paket tersebut justru dibatalkan sepihak dan dinyatakan akan diretur ke seller, padahal buyer dan seller masih terus menunggu kelanjutan pengiriman paket yang sudah tertunda lama tersebut. Buyer merasa kecewa, seller pun merasakan hal yang sama. Kami pasrah dan menunggu paket retur tersebut diterima kembali secepatnya agar dapat dijual ulang.

Empat hari berlalu, namun paket yang katanya hendak diretur tersebut masih juga tidak bergerak dari Cakung. Hingga akhirnya pada tanggal 29-01-26 kami memutuskan untuk kembali menghubungi customer service untuk menanyakan keberadaan paket kami. Customer service menjawab bahwa paket masih dalam proses retur dan kami diminta untuk menunggu lagi hingga beberapa hari ke depan serta menjanjikan paling lambat tanggal 7 Februari paket retur tersebut akan kami terima. Tiket pelaporan kami langsung ditutup sepihak oleh customer service Shopee dan kami pun terpaksa kembali menunggu.

Lima hari berlalu (03-02-26) tanpa perubahan apa pun pada status paket kami yang terus berada di Cakung. Akhirnya kami berinisiatif melayangkan tiket pelaporan baru dengan kode laporan 2018724061556232271 guna menanyakan kelanjutan paket returan milik kami tersebut.

Kagetnya, pada keesokan harinya (04-02-26) justru customer service langsung menyatakan paket kami telah hilang dan hanya menjanjikan ganti rugi sebesar 10 kali ongkos kirim. Kami lemas, selama ini ternyata kami dipermainkan. Setelah disuruh menunggu begitu lama, dengan banyak janji ini dan itu, kini paket kami malah dinyatakan telah hilang dengan kompensasi yang sangat jauh dari nominal yang seharusnya kami terima dari penjualan paket tersebut. Shopee hari ini telah mengirimkan ganti rugi tersebut sebesar Rp100.000 ke saldo kami dan membuat kami mengalami kerugian sekitar Rp900.000.

Jujur, kami tidak akan pernah ikhlas menerima ganti rugi yang demikian karena kerugian yang diganti tidaklah sepadan sama sekali. Paket hilang senilai Rp1.000.000 lebih namun hanya diganti Rp100.000 adalah bentuk penghinaan atas kesabaran, kepercayaan, dan kerja keras kami di Shopee.

Bagaimana kami membangun citra toko kami dan menjaga kepuasan serta kepercayaan para buyer justru dirusak dengan mudahnya, dan kami masih juga harus dibebankan dengan tanggungan kerugian materi yang besar atas kesalahan dari pihak Shopee sendiri yang menghilangkan paket kami. Telepon demi telepon dari customer service pun tidaklah membantu karena hanya menginformasikan kelanjutan status paket kami tanpa bisa membantu permasalahan kami, ditambah lagi telepon sering kali dilakukan pada jam sibuk.

Berikut adalah rangkuman kronologi kejadiannya:

  • 10 Januari 2026 (20.08 WIB): Pesanan masuk dan diproses
  • 12 Januari 2026 (21.02 WIB): Pesanan telah dikirimkan dengan tujuan Semarang dari Bekasi
  • 13 Januari 2026 (04.08 WIB): Pengiriman telah sampai gudang SPX di Cakung DC 2, Jakarta
  • 22 Januari 2026 (00.26 WIB): Status pengiriman tidak pernah berubah dan masih berada di Cakung lebih dari satu minggu, lalu kami tanyakan ke customer service
  • 22 Januari 2026 (06.44 WIB): Customer service membalas dan memberitahu bahwa gudang sedang overload dan pengiriman akan dimaksimalkan dalam 2–3 hari ke depan
  • 24 Januari 2026 (20.55 WIB): Kami kembali bertanya ke customer service karena masih belum ada update status pengiriman
  • 25 Januari 2026 (09.19 WIB): Customer service memberitahu bahwa ada kendala operasional sehingga paket tidak bisa dikirimkan dan akan diretur ke penjual. Pesanan dibatalkan sepihak oleh Shopee
  • 29 Januari 2026 (07.54 WIB): Customer service menyatakan paket masih dalam proses retur dan kami diminta menunggu kembali, lalu tiket komplain ditutup sepihak
  • 4 Februari 2026 (14.09 WIB): Customer service menyatakan paket hilang dan hanya diganti 10 kali ongkos kirim
  • 5 Februari 2026 (10.34 WIB): Shopee mengirimkan Rp100.000 sebagai ganti rugi, sementara nilai paket sebenarnya lebih dari Rp1.000.000 dan membuat kami mengalami kerugian sekitar Rp900.000

Sungguh, kami sangat kecewa dengan Shopee yang begitu banyak merugikan kami, baik dari segi materi, waktu, tenaga, maupun emosi.

Dan lagi, ini bukanlah satu-satunya paket kami yang terkendala seperti di atas. Dalam kurun waktu hanya dua minggu, dua paket kami lainnya (tujuan Pontianak dan Jakarta) juga mengalami hal yang sama, menambah besar jumlah kerugian yang harus kami derita hingga ratusan ribu rupiah per paketnya. Alasan dan polanya selalu sama, adanya kendala operasional sehingga pengiriman tidak dapat diteruskan, pesanan dibatalkan sepihak, dan pesanan diretur yang berujung tidak pernah sampai kembali ke tangan seller walaupun sudah menunggu lama.

Masih ada dua paket kami lainnya dengan tujuan Medan. Keduanya hingga saat ini statusnya masih tidak bergerak di Bekasi. Yang satu sudah tidak bergerak sejak 10 hari lalu, dan yang satu lagi sejak 8 hari lalu. Status kedua paket tersebut masih berada di Bekasi lebih dari satu minggu dan para buyer banyak yang kecewa.

Kami sangat pesimis dengan kelanjutan status pengiriman kedua paket tersebut. Nominal paket yang terkendala selalu bernilai ratusan ribu rupiah ke atas. Terlalu banyak paket bermasalah yang kami alami saat ini, namun dalam surat ini kami hanya ingin fokus terlebih dahulu pada satu permasalahan paket tujuan Semarang dengan kerugian terbesar.

Kami hanya seller kecil yang mencoba membuka toko di Shopee dan berharap mendapat sedikit laba untuk menyambung hidup, tetapi justru dibebankan kerugian sebesar ini. Hati kami begitu pedih. Belum lagi para pelanggan kami yang kecewa dan kapok untuk berbelanja kembali di toko kami, yang tentu semakin mengurangi sumber penghasilan kami. Segala bentuk komunikasi dengan customer service, baik melalui tiket pelaporan maupun telepon, tidak membuahkan hasil apa pun. Penantian panjang dan harapan besar kami berujung pada kekecewaan yang mendalam.

Kami sudah terlalu lelah dan ingin menyuarakan kekecewaan ini, sekaligus berharap ada pembaca ataupun pihak dari Shopee yang membaca surat ini dan dapat membantu kami mendapatkan ganti rugi yang seharusnya. Kerugian kami sangat besar dan membuat kami kini merasa takut untuk terus berjualan di Shopee. Setiap pesanan baru justru mendatangkan kekhawatiran bagi kami. Sungguh, kekecewaan kami terhadap Shopee dan Shopee Express tidak lagi terkatakan.

Terima kasih bagi Anda yang telah membaca. Kiranya ada solusi yang baik atas permasalahan ini secepatnya. Melalui surat ini, kami berharap ada pihak yang dapat membantu permasalahan kami. Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.

Dhanar K.
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.