Sejumlah Permasalahan Sistem Kartu Kredit BRI Pasca Maintenance
Halo Media Konsumen, terima kasih karena telah menyediakan sebuah platform yang mewadahi penyampaian informasi berupa keluhan dari konsumen kepada instansi yang dituju.
Surat ini saya buat dalam rangka menyampaikan keluhan yang saya dan sejumlah pengguna kartu kredit BRI alami terkait dengan sistem BRI, di mana ada beberapa keluhan yang sangat umum terjadi saat ini, yaitu:
- Transaksi dengan metode pembayaran penuh mendadak terkonversi menjadi cicilan.
- Transaksi dengan metode pembayaran cicilan ditagihkan secara penuh.
- Status penanganan laporan yang tidak sinkron antara aktual dengan notifikasi email.
Kebetulan saya mengalami permasalahan pada poin nomor 2 dan 3, di mana kejadian-kejadian di atas adalah hasil dari maintenance yang dilakukan pada bulan Oktober.
Permasalahan yang saya alami adalah pada tanggal 29 Oktober 2025, saya melakukan pembelian sebuah furniture dengan jumlah transaksi senilai Rp1.382.120 dengan memilih metode pembayaran cicilan 3 bulan (0%). Namun hingga batas akhir SLA, cicilan belum terkonversi sama sekali.
Langkah yang selanjutnya saya lakukan adalah menghubungi CS, namun untuk menghubungi CS saya beberapa kali menghadapi masalah, misalnya:
- Tidak bisa menggunakan BRIMO Layanan Bebas Pulsa (ketika menekan fitur tersebut, aplikasi langsung tertutup otomatis, walaupun sudah dilakukan instalasi ulang, penghapusan data maupun cache).
- Waktu tunggu bisa sampai di atas 15 menit, yang tentu cukup memboroskan pulsa.
- Terkadang suara dari CS tidak terdengar.
Setelah akhirnya berhasil terhubung dengan CS, saya dibuatkan laporan dengan nomor TTB000090772681, dan dianjurkan menunggu maksimal 7 hari kerja. Setelah 6 hari kerja berlalu, saya mendapatkan informasi bahwa kendala saya telah selesai dikerjakan dan ditindaklanjuti seperti pada gambar di bawah ini:
Dari gambar di atas, saya menyimpulkan bahwa permasalahan telah selesai. Namun ketika saya menelepon CS untuk mengetahui tindak lanjut yang dilakukan, rupanya CS menginformasikan bahwa laporan masih diproses. Ini tentu pernyataan yang kontradiktif, dan membuat saya menyadari bahwa notifikasi laporan telah selesai belum tentu benar-benar akurat. Ini bisa menimbulkan spekulasi bahwa laporan dianggap selesai agar terlihat seolah-olah telah dikerjakan sebelum SLA berakhir.
Pada tanggal 17 November, tagihan saya sudah keluar, di mana tagihan yang seharusnya terkonversi menjadi cicilan justru ditagihkan secara penuh, seperti pada gambar berikut:
Di gambar tersebut terlihat bahwa saya memiliki 3 transaksi yang seharusnya terkonversi menjadi cicilan, namun tetap ditagihkan secara penuh:
- 1 transaksi tanggal 29 Oktober 2025, cicilan belum terkonversi walau sudah melewati SLA.
- 2 transaksi tanggal 13 November 2025, cicilan belum terkonversi dan belum melewati SLA. Namun berdasarkan fakta lapangan, kemungkinan besar dua transaksi ini juga tidak akan terkonversi dalam waktu dekat.
Lebih lanjut lagi, situasi ini menimbulkan kebingungan bagi nasabah kartu kredit dalam melakukan pembayaran, dikarenakan:
- Jika dilakukan pembayaran penuh, ada kemungkinan cicilan baru terkonversi kemudian hari sehingga menimbulkan kebingungan soal jumlah tagihan bulan-bulan berikutnya.
- Jika dilakukan minimum payment, pengguna akan dikenakan bunga ritel.
- Jika tidak melakukan pembayaran, akan dikenakan denda keterlambatan serta berisiko berdampak buruk pada skor SLIK.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Bank BRI terkait kepastian penyelesaian masalah, tindak lanjut yang telah dilakukan, ataupun informasi mengenai kompensasi bagi pengguna yang terdampak. Saya yakin apabila Bank BRI mampu menjaga komunikasi yang baik dengan nasabah, maka nasabah pun akan turut mendukung BRI dalam menyelesaikan masalah yang sudah terjadi hampir satu bulan.
Dalam kasus ini, saya telah membuat tiga laporan, yaitu:
- TTB000090772681
- TTB000091024106
- TTB000091023769
Besar harapan saya agar Bank BRI dapat memberikan atensi dan informasi yang sebenar-benarnya terkait permasalahan ini, tidak hanya untuk saya, tetapi juga bagi publik serta nasabah lain yang terdampak.
Izinkan saya kembali menyampaikan terima kasih kepada tim Media Konsumen yang telah menerbitkan surat keluhan saya.
Calvin Chin
Batam, Kepulauan Riau




