Berita Lainnya

Saldo Rp26 Juta di TikTok Shop Ditahan Setelah Akun Ditutup Permanen Tanpa Kejelasan Pencairan

Saya adalah penjual di platform TikTok Shop by Tokopedia yang ingin menyampaikan keluhan terkait dana hasil penjualan saya sebesar kurang lebih Rp26.000.000 yang hingga saat ini masih tertahan dan tidak dapat dicairkan.

Berikut kronologi yang saya alami:

Pada April 2025, toko saya menerima sanksi berupa penyesuaian periode penyelesaian pembayaran (hold 30 hari) dengan alasan adanya perubahan drastis pada performa toko. Sanksi tersebut berjalan dari 22 April 2025 hingga 22 Mei 2025. Saya menerima dan menjalani masa sanksi tersebut sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Setelah periode tersebut, saya berharap fitur penyelesaian pembayaran kembali normal. Namun tidak lama kemudian, muncul pelanggaran baru dengan alasan “Asosiasi dengan Toko yang Dinonaktifkan”. Akibat pelanggaran tersebut, akun saya ditutup permanen.

Yang menjadi keberatan saya adalah:

Saldo sebesar kurang lebih Rp26 juta masih tercatat secara jelas di dashboard penjual saya hingga saat ini. Tidak pernah ada pemberitahuan resmi bahwa dana tersebut hangus, disita, atau dipotong untuk kewajiban tertentu. Tidak ada rincian atau bukti tertulis mengenai asosiasi toko yang dimaksud. Saya juga tidak pernah menerima penjelasan mengenai toko mana yang disebut terasosiasi dan atas dasar apa sistem menyimpulkan adanya hubungan tersebut.

Setiap kali saya menghubungi customer service melalui tiket, jawaban yang saya terima selalu berupa template yang sama, tanpa penjelasan substansi maupun kepastian waktu pencairan dana.

Sebagai tambahan informasi, saya pernah melakukan perubahan rekening bank karena rekening lama sudah tidak aktif. Perubahan tersebut dilakukan sesuai arahan tim platform dan melalui prosedur yang tersedia di sistem. Tidak ada tindakan manipulatif atau penyalahgunaan data dalam proses tersebut.

Sampai saat ini, dana Rp26 juta tersebut masih tercatat sebagai saldo saya. Namun saya tidak diberi akses untuk mencairkannya. Bagi saya, ini menimbulkan ketidakpastian yang merugikan, karena dana tersebut merupakan hasil transaksi yang sah.

Saya memahami bahwa platform memiliki kebijakan pengawasan risiko dan penilaian performa. Namun jika memang ada keputusan penyitaan atau penghangusan dana, seharusnya disampaikan secara jelas dan tertulis, termasuk dasar kebijakan dan perhitungannya. Hingga saat ini, hal tersebut tidak pernah saya terima.

Saya telah berupaya menyelesaikan permasalahan ini melalui jalur internal platform, termasuk membuat beberapa tiket pengaduan dan mengajukan keberatan. Namun belum ada solusi konkret maupun kepastian status dana saya.

Saya telah berjualan selama kurang lebih 2 tahun di TikTok Shop by Tokopedia. Produk yang saya jual adalah helm dan aksesoris motor. Seluruh produk merupakan stok milik sendiri dan saya kirim langsung kepada pembeli. Selama periode berjualan, total produk yang telah terjual lebih dari 1.000 pcs. Transaksi berjalan normal dan seluruh pesanan diproses sesuai prosedur yang berlaku.

Saat ini saya masih dapat login ke Seller Center, namun toko saya tidak dapat diakses secara publik. Dana hasil penjualan saya ditahan oleh pihak TikTok Shop by Tokopedia sebesar Rp26.814.180. Hingga saat ini dana tersebut belum dapat dicairkan dan saya belum menerima penjelasan rinci terkait alasan penahanan dana tersebut.

Selama berjualan, tidak terdapat komplain besar, sengketa, maupun refund yang belum terselesaikan dari pembeli. Seluruh pesanan diproses dan dikirim sebagaimana mestinya.

Saya berharap Media Konsumen dapat membantu menindaklanjuti permasalahan ini agar dana hasil penjualan saya sebesar Rp26.814.180 dapat segera diproses dan dicairkan sesuai hak saya sebagai penjual.

Melalui surat pembaca ini, saya memohon kepada pihak TikTok Shop by Tokopedia untuk:

  • Memberikan penjelasan tertulis secara rinci mengenai dasar pelanggaran asosiasi yang dimaksud.
  • Menjelaskan secara resmi status dana saya.
  • Segera mencairkan dana saya apabila memang tidak ada keputusan penyitaan yang sah.

Nominal Rp26 juta bukan jumlah kecil bagi saya. Saya berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara profesional, transparan, dan tidak berlarut-larut.

Terima kasih.

Khonipah
Kab. Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.