Berita Lainnya

Putus Mitra Grab Karena Kamera Wajah Tidak Terbaca

Yang terhormat:
PT Grab Indonesia
Kementerian Tenaga Kerja
Kementerian Perhubungan
Pakar hukum yang melihat

Saya adalah seorang ojol yang telah mengabdi pada Grab Indonesia selama 8 tahun. Sejak tahun 2017 hingga September 2025, saya telah berkontribusi bagi Grab dengan potongan sebesar 20%. Namun, setelah 8 tahun bekerja, saya merasa seperti mendapat tamparan keras karena pada hari ini saya diputus mitra hanya karena gagal verifikasi muka.

Saya tidak mengetahui bahwa ponsel saya sudah tergolong jadul dan kamera sering error sehingga tidak dapat mendeteksi wajah saya. Saat selfie, wajah saya tampak membesar di layar.

Dan tahu apa yang terjadi? Saya diputus mitra karena masalah verifikasi muka — bukan karena kasus pelecehan, penghinaan terhadap pelanggan, pesanan fiktif, pencurian, atau penganiayaan.

Saya memiliki keluarga dan tiga anak yang semuanya masih sekolah. Saya tidak ingin anak-anak saya putus sekolah karena kekurangan biaya.

Saat ini saya tidak dapat mengakses pembayaran dan juga tidak bisa mengetahui jumlah utang yang harus saya bayarkan karena tidak bisa masuk ke aplikasi Grab Driver akibat status putus mitra. Selama 8 tahun saya bekerja, saya tidak pernah sekalipun meminjamkan akun kepada siapa pun. Pekerjaan ini satu-satunya sumber nafkah saya karena istri tidak bekerja.

Saya mohon kepada pihak Grab Indonesia untuk membuka kembali akses akun saya agar saya dapat masuk ke Julo dan melihat jumlah tagihan yang harus saya bayarkan. Terkait keputusan pemutusan kemitraan, saya ikhlas, biarlah Allah SWT yang membalas dengan keadilan-Nya.

Syaiful Arif
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.