Penutupan Kartu Kredit Atome dari Bank Mayapada Berlarut-larut: Proses Verifikasi Diputus, Customer Service Tidak Memberi Solusi
Kepada Yth. Redaksi Media Konsumen,
Saya menulis surat ini untuk menyampaikan kekecewaan terhadap proses penutupan Kartu Kredit Atome yang diterbitkan oleh Bank Mayapada, yang menurut saya tidak profesional dan berlarut-larut tanpa kepastian.
Pada 17 Desember 2025, saya menghubungi Customer Service Bank Mayapada untuk pengajuan penutupan Kartu Kredit Atome. Saya menerima nomor laporan REQCC2025/12/17_364680 dan diarahkan untuk menunggu proses konfirmasi/penutupan dari pihak terkait.
Pada 19 Desember 2025, saya dihubungi dari nomor +62 1500 029 untuk konfirmasi penutupan. Namun, sangat disayangkan panggilan hanya berlangsung sekitar 19 detik dan terputus sepihak sebelum verifikasi selesai. Akibatnya, permohonan penutupan yang seharusnya sederhana menjadi menggantung tanpa kejelasan.
Puncaknya, pada 22 Desember 2025 saya kembali menghubungi CS untuk follow up. Saya menunggu tersambung hampir 15 menit, tetapi sangat disayangkan ditangani oleh CS yang tidak kompeten. Jawaban yang diberikan tidak menyelesaikan masalah inti, yaitu tidak ada panduan yang jelas untuk menyelesaikan verifikasi yang gagal, tidak ada jadwal panggilan ulang yang pasti, serta tidak ada kepastian kapan kartu benar-benar ditutup. Layanan seperti ini membuat nasabah seolah “dipingpong” dan dipaksa menunggu tanpa kepastian, padahal ini menyangkut produk kredit yang berisiko menimbulkan biaya atau masalah administratif bila tidak ditutup tuntas.
Melalui surat ini, saya meminta Bank Mayapada untuk:
- Menyelesaikan penutupan kartu sesuai pengajuan saya (REQCC2025/12/17_364680) tanpa mempersulit.
- Menyediakan mekanisme verifikasi alternatif (misalnya verifikasi melalui email atau kanal resmi) bila telepon terputus, atau minimal melakukan callback ulang yang terjadwal dan tidak sekadar “menunggu”.
- Memberikan konfirmasi tertulis bahwa kartu sudah ditutup permanen agar tidak ada potensi biaya, tagihan, atau aktivasi di kemudian hari.
Demikian surat pembaca ini saya sampaikan agar menjadi perhatian Bank Mayapada dan menjadi pelajaran bagi konsumen lain.
Ahmad Yasai
Pemalang, Jawa Tengah
