Berita Lainnya

Pelunasan KPR Bank BSI Kelapa Gading

Yth. Redaksi Media Konsumen,

Saya adalah nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan fasilitas KPR di BSI Cabang Kelapa Gading 1. Melalui media ini, saya ingin menyampaikan keluhan atas sulit, lambat, dan berbelitnya proses informasi serta pelunasan KPR, yang menurut saya sangat merugikan sebagai nasabah.

Kronologi kejadian:

29 April 2025
Saya menghubungi marketing BSI Cabang Kelapa Gading 1 untuk menanyakan sisa utang KPR. Marketing sebelumnya (Pak T****) sudah pindah cabang dan memberikan kontak pengganti atas nama Bu A** dan Pak I****.

Saat menghubungi Pak I****, saya hanya mendapat jawaban singkat “siap Pak” tanpa informasi lanjutan. Bu A** hanya merespons dengan permintaan surat permohonan, padahal sebelumnya dengan marketing lama saya tidak pernah diminta surat apa pun. Alasannya disebut sebagai “kebijakan baru BSI”.

30 April 2025
Saya kembali menanyakan sisa utang KPR kepada Pak I****, namun kembali hanya dijawab “siap Pak” tanpa tindak lanjut.

8 Januari 2026
Saya kembali mencoba menghubungi marketing, namun tidak mendapat respons sama sekali. Saya kemudian datang langsung ke BSI Cabang Kelapa Gading 1 pukul 10.45 WIB (saya berdomisili di Depok). Namun oleh petugas keamanan saya diinformasikan bahwa tim marketing tidak ada di tempat.

Saya meminta kontak marketing lain dan diberikan nomor Bu L****, namun saat saya hubungi dalam perjalanan pulang juga tidak mendapat respons.

9 Januari 2025
Saya kembali menghubungi Bu L****, Pak I****, dan Bu A**. Pak I**** hanya memberikan kembali nomor Bu A**. Karena tidak ada kejelasan, saya menyampaikan niat untuk mengadukan ke Media Konsumen. Setelah itu barulah Bu A** merespons dan kembali meminta saya membuat surat permohonan pelunasan, dengan alasan sisa utang KPR tidak bisa dicek oleh cabang karena “harus ke pusat”.

Hal ini sangat membingungkan, karena:

  • Bank lain (konvensional) dapat langsung memberikan informasi sisa KPR.
  • Marketing BSI sebelumnya juga dapat mengecek sisa utang KPR.

Saya akhirnya membuat surat permohonan diskon margin pelunasan, dengan estimasi waktu 7–14 hari kerja.

12 Januari 2025
Saya mendapat informasi total pelunasan sebesar Rp103.193.902 dari sisa total cicilan Rp110.058.389 (sisa 26 bulan). Diskon yang diberikan hanya setara 2 bulan margin berjalan, padahal KPR selama 10 tahun dengan nominal angsuran Rp3,2–4,2 juta, yang menurut saya sangat kecil dan tidak sebanding. Saya kembali diminta membuat surat permohonan negosiasi jika ingin diskon tambahan.

15 dan 19 Januari 2025
Saya menanyakan progres negosiasi karena tanggal 24 Januari saya harus membayar cicilan lagi. Namun jawabannya tidak pasti, dan saya diinformasikan bahwa perhitungan pelunasan dilakukan untuk bulan berikutnya (bulan Februari), sehingga cicilan yang sudah dibayar tetap mengurangi manfaat diskon.

Keluhan utama saya:

  1. Untuk sekadar mengetahui sisa utang KPR, nasabah harus melalui proses panjang, lambat, dan bergantung pada marketing yang tidak responsif.
  2. Tidak tersedia customer service khusus kredit/KPR seperti di bank konvensional; semua harus melalui marketing.
  3. Proses pelunasan KPR di BSI terasa dipersulit, memakan waktu lama, dan sangat tidak transparan.
  4. Diskon pelunasan sangat minim dan tidak sebanding dengan sisa tenor yang masih panjang.
  5. Margin berjalan pun tidak pernah di-share ke nasabah.

Sebagai nasabah, saya merasa tidak dihargai dan dipersulit, padahal tujuan saya hanya ingin melunasi kewajiban lebih cepat. Pengalaman ini membuat saya sangat kecewa dan mempertimbangkan untuk tidak lagi menggunakan produk pembiayaan di Bank BSI di masa mendatang.

Melalui Media Konsumen, saya berharap Bank BSI dapat memberikan:

  1. Penjelasan resmi dan transparan.
  2. Evaluasi serius terhadap layanan KPR di cabang.
  3. Perbaikan sistem layanan agar nasabah tidak dipersulit.

Demikian keluhan ini saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Media Konsumen.

Hormat saya,

Umar Firdaus
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.