Berita Lainnya

Pelayanan “Super Premium” CIMB Niaga: 2 Bulan, 9 Phone Call, 3 Tiket Call Center, 3 Kali Pengiriman Kartu Kredit Pengganti Masih Gagal Juga

Melalui surat pembaca Media Konsumen, saya ingin menyampaikan keluhan kembali kepada Bank CIMB Niaga.

Sesuai artikel yang sudah dimuat Media Konsumen sebelumnya (tautan artikel), saya pemilik kartu kredit CIMB Niaga Platinum yang akan expired pada tanggal 25 Oktober 2025 ini. Dari artikel sebelumnya, saya menyampaikan bahwa tiket terakhir yang saya dapatkan semoga menjadi jalan keluar dari semua permasalahan ini.

Namun di hari yang sama artikel itu dimuat Media Konsumen, di hari itu juga saya mendapatkan pesan bahwa kartu kredit saya gagal terkirim untuk yang ketiga kalinya.

Di artikel kali ini juga saya ingin menyampaikan bahwa sudah dua bulan sejak kartu kredit dikirim, saya sudah menghubungi call center 14041 sebanyak 9 kali dan mendapatkan 3 nomor tiket. Tiga kali pengiriman dan tiga kali juga gagal kirim dengan pelbagai alasan yang konyol.

Bagaimana mungkin pelayanan buruk semacam ini terjadi di sebuah bank yang notabene menjadi salah satu bank terbaik di Indonesia? Bagaimana mungkin dengan melakukan cara pengiriman yang sama bisa menghasilkan hasil yang berbeda?

Bayangkan, tidak hanya satu kali, dua kali, bahkan sudah tiga kali gagal kirim. Semua alasan logis tidak akan bisa menjelaskan fenomena “super premium” ini. Alamat perbankan saya terletak di salah satu ibu kota provinsi di pulau yang sama dengan kantor pusat Bank CIMB Niaga. Bagaimana jika alamat saya berada bukan di kota besar dan berbeda pulau? Bisa-bisa gagal kirim sampai tahun 2030.

Sungguh pelayanan “super premium” yang tidak akan didapatkan di tempat lain.

Di saat semua perusahaan berlomba-lomba memberikan pelayanan yang excellent, perusahaan jasa transportasi seperti maskapai penerbangan bahkan memberikan kompensasi jika mereka terlambat memberangkatkan. Perusahaan e-commerce seperti Shopee pun memberikan garansi voucher jika produk yang dikirim terlambat sampai ke customer.

Namun bukan kompensasi yang saya inginkan, melainkan alasan logis mengapa bisa sampai tiga kali gagal kirim. Karena saya benar-benar tidak bisa memikirkan alasan yang masuk akal di balik insiden ini. Dan anehnya, ini terjadi bukan hanya pada saya, tapi juga pada puluhan orang lainnya. Bahkan, Anda akan menemukan beberapa keluhan serupa yang dimuat di Media Konsumen dengan kota nasabah yang berbeda dari saya.

Jika saya ingin mengutip peribahasa bahwa “hanya keledai yang jatuh di lubang yang sama dua kali,” bagaimana mungkin ini bisa sampai tiga kali? Bahkan mungkin empat atau lima kali. Saya benar-benar ingin tahu bagaimana insiden kali ini akan selesai.

Jadi, bisakah CIMB Niaga mengirimkan kartu tersebut menggunakan ekspedisi umum dengan tracking ID/number, atau bahkan jasa kirim dokumen melalui ojek online dengan live tracking, sehingga nasabah setidaknya bisa mengetahui untuk apa 7–14 hari kerja itu digunakan? Apakah “nge-teng” menggunakan transportasi umum, ataukah kartu kredit dikirim melalui air mail yang transit di Dubai?

Saya sebagai nasabah “super premium” benar-benar merasa tersanjung dengan pelayanan seperti ini. Ataukah saya harus menunggu hingga lima kali gagal kirim seperti yang terjadi dengan nasabah dari kota Jambi dalam artikel berikut:

Baik, jika sampai harus menunggu lima kali gagal kirim, berarti sampai akhir November atau pertengahan Desember 2025. Sungguh luar biasa. Saya akan nantikan kembali pelayanan “super premium” seperti apa lagi yang akan diberikan oleh salah satu bank terbaik di Indonesia ini.

Terima kasih kembali kepada CIMB Niaga atas pengalaman mencicipi pelayanan “super premium” yang sulit atau bahkan tidak akan dijumpai di perusahaan publik lainnya.

Terima kasih juga kepada Media Konsumen yang telah memuat kembali keluhan saya ini.

Kusman H.
Bandung, Jawa Barat


Update (28 Oktober 2025): Terkait surat pembaca di atas, penulis memberikan klarifikasi dan apresiasi atas tanggapan dari pihak Bank CIMB Niaga sebagai berikut:

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.