Paranoidnya Bank Danamon terhadap Nasabah
Pada tanggal 25 Oktober 2025, saya mengunjungi cabang Bank Danamon di Taman Anggrek bersama adik kandung saya, untuk membuka rekening tabungan biasa (bukan untuk kartu kredit, KTA, KPR, dan lain-lain).
Sekitar satu minggu kemudian, tepatnya pada 31 Oktober 2025, saat saya berada di luar negeri (dengan bukti dokumen perjalanan), seorang tukang survei datang ke rumah saya dan diterima oleh adik saya. Pada awalnya, tukang survei tersebut mengaku berasal dari Bank DBS dan ingin melakukan survei terkait pengajuan kartu kredit.
Tentu saja, adik saya yang tahu bahwa saya tidak pernah mengajukan kartu kredit di Bank DBS merasa terkejut dan khawatir akan adanya penyalahgunaan data saya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untungnya, setelah beberapa saat, tukang survei itu mengoreksi ucapannya dan mengaku berasal dari Bank Danamon. Setelah dikonfirmasi bahwa saya tinggal sesuai dengan data yang ada, tukang survei itu pun pergi.
Betapa terkejutnya saya ketika pada tanggal 11 November 2025, tiba-tiba rekening saya diblokir dan saya diminta untuk datang ke cabang tempat saya membuka rekening. Pada tanggal 15 November 2025, saya kembali ke sana ditemani adik saya. Di sana dijelaskan bahwa rekening saya diblokir oleh pihak Pusat, dan penyebabnya tidak diketahui.
Namun, ada informasi dari customer service bahwa ada tukang survei dari Bank Danamon yang datang ke kantor saya, dan resepsionis tidak mengenal saya. Hal ini mungkin disebabkan karena saya sehari-hari ditempatkan di kantor klien perusahaan tempat saya bekerja dan terkadang bekerja dari rumah, sehingga resepsionis tidak familier dengan saya.
Saya memiliki bukti mutasi transfer gaji yang mencantumkan nama perusahaan tempat saya bekerja setiap bulan jika diperlukan. Saat berada di Danamon Taman Anggrek, saya membawa e-KTP, kartu debit, dan kertas catatan yang berisi data-data seperti nomor rekening, KTP, dan lain-lain yang tentu saja tidak saya ingat secara detail untuk menjawab pertanyaan customer service saat verifikasi.
Customer service juga menyebutkan bahwa saya sempat dihubungi melalui telepon, namun tidak aktif. Sehari-hari, saya memang sering mematikan nomor ponsel saya yang terhubung ke perbankan, karena sering kali saya menerima spam dari telemarketing dari berbagai bank, bisa lebih dari lima kali dari berbagai bank. Pada saat itu, CS menyatakan bahwa proses pembukaan rekening akan dilakukan pada hari Senin, 17 November 2025.
Tanggal 17 November 2025, saya menunggu sepanjang hari sesuai dengan janji yang diberikan. Namun tidak ada panggilan dari Danamon sama sekali. Akhirnya, setelah mengajukan komplain melalui email, saya menerima nomor laporan: 28599766.
Setelah beberapa kali bertukar email, saya diminta untuk kembali ke cabang guna membuka blokiran. Dalam email tersebut juga dijelaskan bahwa saya dipermasalahkan karena saat ditanya oleh CS, saya melihat ke ponsel (dan kertas). Saya melakukan hal itu karena saya tidak mengingat nomor KTP saya, nomor rekening Danamon saya, sehingga saya perlu melihat ponsel dan kertas untuk memastikan data yang akurat.
Saya juga dipermasalahkan karena adik saya membantu saya saat di CS, bahkan dalam email disebutkan bahwa yang menjawab pertanyaan adalah adik saya, sementara saya hanya melihat ponsel dan mengangguk. Itu adalah pernyataan yang SALAH, saya sendiri yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari CS, adik saya hanya menambahkan informasi jika diperlukan. Misalnya, dia menambahkan bahwa tukang survei yang datang ke rumah saat saya berada di luar negeri awalnya mengaku dari Bank DBS untuk survei Kartu Kredit sebelum diralat.
Saya sendiri masih kurang akrab dengan aplikasi DBank Pro karena baru. Sementara itu, adik saya lebih familiar sehingga sering membantu saya. Saya lebih mengenal aplikasi BCA, Mandiri, Permata, dan lain-lain yang sudah saya gunakan selama bertahun-tahun.
Selain itu, saya juga dipermasalahkan karena rekening saya aktif melakukan transaksi dari dan ke rekening saya sendiri, serta rekening adik dan ibu saya (dengan nominal transaksi rata-rata hanya sepuluh ribuan). Tujuan saya adalah untuk mendaftarkan nomor rekening Danamon yang baru menjadi nomor rekening favorit di aplikasi bank lain milik saya dan keluarga. Saya juga ingin menjadikan rekening saya (di bank lain) dan rekening keluarga saya sebagai nomor rekening favorit di aplikasi DBank Pro milik saya. Apakah saya dicurigai melakukan pencucian uang atau kegiatan ilegal hanya karena transaksi 10 ribu perak dari dan ke rekening saya sendiri dan keluarga serumah?
Blokir akhirnya dibuka pada 22 November 2025. Saya menuliskan hal ini agar ada koreksi kepada Bank Danamon, suapaya tidak memblokir rekening secara sembarangan tanpa alasan yang jelas. Baru kali ini saya merasakan ada bank yang sangat paranoid terhadap nasabahnya.
Saya hanya membuka rekening biasa dan sama sekali tidak mengajukan kredit atau hutang ke Bank Danamon (seperti kartu kredit, KTA, KPR, dll), tetapi perlakuan Bank Danamon terhadap nasabah tabungan terasa sangat paranoid, seolah-olah mereka menganggap nasabah ingin mengajukan hutang.
Sebelumnya, saya memiliki beberapa rekening di bank lain dan tidak ada satu pun yang memperlakukan nasabahnya se-paranoid Bank Danamon. Semua data yang saya isi sesuai dengan kondisi nyata dan dapat saya buktikan. Anehnya, Danamon dengan semena-mena memblokir rekening saya dengan alasan yang tidak jelas.
Rafi Sani
Jakarta Barat
Update (26 November 2025): Surat pembaca di atas kembali mendapat tanggapan dari pihak Bank Danamon sebagai berikut:




