Berita Lainnya

Nomor VA Diblokir Sepihak oleh ACC, Terancam Denda Meski Sudah Siapkan Dana Angsuran

Kepada Yth. Redaksi Media Konsumen,

Hati saya sangat hancur mendapat perlakuan dari sebuah perusahaan besar seperti PT Astra Sedaya Finance (ACC) Cabang Pancoran/Minangkabau, terhadap nasabah yang telah setia selama 5 tahun. Saya adalah seorang nasabah dengan catatan yang bersih, pernah melakukan pelunasan lebih awal dalam waktu 1 tahun, dan telah melakukan top-up sebanyak 3 kali. Namun, semua loyalitas saya dibalas dengan “jebakan” dan perlakuan yang tidak manusiawi oleh oknum di ACC Cabang Pancoran.

Kronologi

Pada tanggal 14 Januari 2026, saya datang ke kantor ACC Pancoran atas instruksi petugas lapangan ACC untuk membayar angsuran ke-9 sebesar Rp6.010.000. Namun, di sana, saya justru disuruh oleh koordinator kolektor ACC Pancoran. Di bawah tekanan, saya dipaksa untuk menandatangani perjanjian sepihak yang hanya menguntungkan perusahaan. Mereka memaksa saya untuk membayar sisa 1 bulan angsuran berikutnya di bulan yang sama, padahal saya baru saja membayar angsuran di bulan Januari 2026. Saya menduga kuat adanya perundingan sebelumnya antara mereka di bawah arahan pimpinan cabang.

Pada tanggal 29 Januari 2026, ujian berat menimpa keluarga saya. Saya dan anak-anak jatuh sakit. Dana sebesar Rp6.000.000, untuk angsuran ke-10 sudah saya kumpulkan dengan cucuran keringat dan susah payah. Saya bahkan harus mengambil keputusan pahit untuk menunda biaya obat anak-anak demi menjaga integritas saya sebagai nasabah dan memenuhi janji saya kepada ACC.

Karena tanggal 1 Februari 2026 adalah hari libur nasional, saya berencana untuk melakukan pembayaran melalui Virtual Account (VA) pada tanggal 2 Februari 2026. Namun, saya sangat terkejut ketika mengetahui bahwa VA saya telah diblokir secara sepihak. Mereka dengan sengaja menutup akses bagi saya untuk melakukan pembayaran, mencari cara agar saya dianggap gagal bayar, sementara denda terus bertambah dan menekan saya.

Ketika saya dan anak-anak masih dalam keadaan sakit, mereka malah memaksa saya untuk datang langsung ke kantor. Di era digital ini, kenapa sulit untuk menerima transfer? Kenapa saya harus dipaksa hadir jika bukan untuk ditekan lebih lanjut?

Rasanya sangat menyakitkan, sebagai nasabah setia, saya diperlakukan lebih buruk daripada penjahat. Uang yang saya sisihkan untuk kebutuhan obat anak saya ditolak mentah-mentah oleh sistem yang sengaja dimatikan oleh oknum-oknum tersebut. Saya telah melaporkan masalah ini ke LAPS SJK (P260200788) dan saat ini sedang dalam penyelidikan pusat (26022026AWO0002).

Yang paling menyakitkan adalah ketika saya menerima tanggapan resmi dari ACC Pusat (Nomor Tiket: 26022026AWO0002) yang dengan dingin menyatakan bahwa masalah saya “telah terselesaikan”. Isinya hanya mengutip pasal-pasal kontrak yang kaku, tanpa memberikan solusi apapun atas pemblokiran Virtual Account yang mereka lakukan dengan sengaja. Bagi mereka, masalah dianggap selesai hanya dengan mengirim surat formalitas, sementara bagi saya, akses pembayaran masih mereka kunci rapat. Inikah cara Astra menyelesaikan masalah bagi pelanggan setianya?

Bersama surat ini, saya sertakan bukti-bukti sebagai saksi bisu penzaliman ini:

Tuntutan saya:

  • Segera buka blokir Virtual Account saya agar saya dapat memenuhi kewajiban saya.
  • Lakukan restrukturisasi secara adil agar status angsuran saya kembali normal ke angka Rp5.950.000 per bulan, tanpa beban denda atau akumulasi tunggakan yang murni disebabkan oleh kesalahan sistem/pemblokiran sepihak oleh cabang.
  • Hapus seluruh denda yang ada akibat kelicikan pemblokiran sepihak ini.
  • Audit secara menyeluruh kinerja cabang ACC Pancoran dan timnya yang terlibat dalam penanganan masalah ini.

Sebagai penutup, saya sangat menyesalkan jika pimpinan cabang ACC membiarkan timnya bekerja dengan cara yang jauh dari nilai profesionalisme dan kemanusiaan yang selama ini dijunjung oleh Astra. Sangat ironis ketika seorang nasabah setia selama 5 tahun harus berjuang sendirian melawan “tembok” sistem yang sengaja ditutup oleh cabangnya sendiri, bahkan saat kondisi kesehatan anak-anak saya sedang dipertaruhkan.

Saya masih berharap ada integritas kepemimpinan dari pihak ACC untuk menyelesaikan masalah ini dengan adil, bukan justru membiarkan nasabah setianya terzalimi oleh kebijakan sepihak di bawah pengawasan Anda.

Hormat saya,

Muhammad Rizky
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.