Berita Lainnya

Miris, Brand Besar Sekelas Samsonite dan TikTok Tokopedia Memelihara Kebohongan: Barang Dibilang Kirim Ternyata Batal Sepihak

Melalui tulisan ini, saya ingin menumpahkan kekecewaan mendalam dan rasa frustrasi terhadap pengalaman berbelanja di Official Store Samsonite melalui platform TikTok Shop yang berkolaborasi dengan Tokopedia.

Kekecewaan ini terasa semakin perih karena saya sejatinya adalah konsumen grup Samsonite. Saya sudah lama menggunakan produk mereka, bahkan memiliki koleksi koper Samsonite hingga sub-brand mereka, American Tourister. Sebagai pelanggan yang selama ini percaya pada kualitas dan reputasi grup ini, saya merasa sangat tidak dihargai.

Sungguh ironis, nama besar sekelas Samsonite yang dikenal premium dan global justru memberikan pelayanan yang jauh dari kata profesional, bahkan terkesan memelihara budaya kebohongan bersama platform TikTok Tokopedia.

Kejadian bermula pada tanggal 11 Desember 2025, saat saya membeli koper Samsonite bundling yang sedang promo turun harga dari Rp4,6 juta menjadi Rp3,7 juta (termasuk ongkir). Pembayaran telah lunas dan pihak toko sempat memberikan respons berupa ucapan terima kasih.

Sebagai pelanggan yang sudah mengenal brand ini, saya tentu percaya transaksi tersebut valid. Saya menunggu dengan sabar, bahkan beritikad baik mengingatkan pada tanggal 14 Desember agar pengiriman tidak terlewat, dengan harapan mendapatkan layanan prima seperti yang selama ini saya banggakan dari brand tersebut.

Namun, kepercayaan saya sebagai pelanggan setia dihancurkan pada sore hari tanggal 15 Desember 2025. Saat saya kembali menanyakan status pesanan karena khawatir batal otomatis oleh sistem, pihak Samsonite dengan sangat meyakinkan menyatakan bahwa koper tersebut sudah dikirim ke pihak logistik. Pernyataan ini terbukti tidak benar karena tidak lama kemudian pesanan saya justru dibatalkan secara sepihak.

Bagaimana mungkin brand sebesar ini berani menyampaikan informasi yang tidak sesuai fakta mengenai status pengiriman kepada pelanggannya sendiri?

Rasa kecewa saya semakin bertambah dengan respons Customer Service (CS) TikTok Shop yang terkesan tidak profesional dan seolah lepas tangan. Ketika saya melapor, CS berdalih telah “menghukum” penjual dengan cara mengembalikan uang saya. Logika tersebut sangat janggal karena pengembalian dana adalah hak konsumen, bukan bentuk sanksi bagi penjual.

Pihak CS juga menyebutkan bahwa toko Samsonite sedang tidak aktif, padahal toko tersebut masih terlihat aktif melakukan promosi di platform mereka. Solusi akhir yang ditawarkan pun terasa sangat tidak adil, yaitu saya disarankan untuk membeli ulang barang yang sama dengan harga normal.

Rangkaian kejadian ini menimbulkan dugaan adanya praktik manipulasi trafik di platform TikTok Tokopedia. Polanya sangat merugikan konsumen, yaitu menarik pembeli dengan harga murah, menahan dana konsumen selama 7 hingga 14 hari, memberikan informasi bahwa barang telah dikirim, lalu membatalkan pesanan secara sepihak dan mendorong konsumen untuk membeli kembali dengan harga yang lebih mahal.

Saya mempertanyakan integritas Samsonite dan TikTok Tokopedia. Apakah pantas brand dengan citra premium justru melakukan praktik seperti ini dan memelihara kebohongan? Jangan jadikan kepercayaan pelanggan setia sebagai alat demi statistik penjualan semu.

Dedy Aswan
Makassar, Sulawesi Selatan


Catatan redaksi (diperbarui 24/12/2025): Penulis menyampaikan apresiasi dan menyatakan masalah di atas telah diselesaikan dengan baik oleh pihak-pihak terkait.

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.