Keamanan Gojek Lemah! Akun Dibajak, Transaksi Fiktif Beda Pulau, Konsumen Dipaksa Bayar Tagihan GoPay Later 1 Juta!
Yth. Tim Redaksi Media Konsumen & Manajemen GoTo Financial,
Melalui surat ini, saya pengguna setia Gojek, merasa sangat dirugikan dan diabaikan oleh sistem keamanan serta customer service Gojek.
Pada tanggal 4 Januari 2025, muncul tagihan GoPay Later fiktif sebesar Rp1.006.407 di akun saya (nomor HP: +62819****497) untuk pembelian token listrik yang sama sekali tidak saya lakukan (Nomor Transaksi: 0220250103174533g4ZAvcDuX5ID).
Saya sudah berkali-kali komplain (Nomor Laporan: #236534298), namun balasan dari CS Gojek sangat mengecewakan dan tidak logis. Mereka menolak membatalkan tagihan hanya karena sistem membaca transaksi dilakukan dari perangkat “iPhone XS Max“.
Berikut fakta kebobrokan sistem Gojek yang saya temukan:
- Bukti beda pulau: Saya berdomisili di Serang, Banten. Namun setelah saya telusuri secara mandiri, nomor token listrik yang dibeli oleh pelaku/hacker tersebut beralamat di Bali. Sangat tidak masuk akal saya membeli token listrik untuk orang yang tidak saya kenal di beda pulau!
- Lemahnya sistem keamanan: Fakta bahwa sistem Gojek membaca “iPhone XS Max” membuktikan adanya celah session hijacking atau device spoofing oleh peretas yang mengambil alih akun saya tanpa mengirimkan notifikasi peringatan atau OTP apa pun ke perangkat asli saya.
- CS tidak kompeten: CS menolak melihat bukti investigasi mandiri saya terkait kepemilikan meteran listrik di Bali tersebut dan hanya berlindung di balik template “transaksi valid dari perangkat yang sama”.
Tuntutan saya sebagai konsumen:
- Melakukan investigasi mendalam terkait IP address dan identitas perangkat yang melakukan transaksi tersebut, bukan sekadar melihat tipe HP!
- Menghapuskan tagihan fiktif sebesar Rp1.006.407 tersebut dari akun saya karena itu bukan transaksi saya.
- Melakukan pembersihan nama baik saya di sistem SLIK OJK (BI Checking) agar fasilitas kredit saya yang lain tidak terganggu.
- Memfasilitasi investigasi terbuka dengan pemilik meteran di Bali: Saya menuntut pihak GoTo Financial dan tim investigasi untuk menghubungi dan memeriksa langsung pemilik meteran listrik di Bali tersebut. Tujuannya untuk mengonfirmasi secara resmi bahwa saya tidak memiliki hubungan apa pun dengan orang tersebut. Selain itu, investigasi ini wajib dilakukan untuk menelusuri dari mana dan bagaimana pemilik meteran tersebut mendapatkan aliran token listriknya. Dengan begitu, jejak pelaku/sindikat kejahatan siber yang meretas akun saya bisa terungkap dan tidak memakan korban lain.
Saya menolak keras membayar Rp1 untuk kelalaian keamanan sistem Gojek. Masalah ini sudah merusak nama baik saya di SLIK OJK (BI Checking) dan mengganggu fasilitas kredit saya yang lain seperti SPayLater.
Jika dalam 2×24 jam tim investigasi tingkat atas Gojek tidak menyelesaikan masalah ini, menghapus tagihan fiktif, dan membersihkan nama saya di OJK, saya siap membawa bukti kuat ini ke jalur hukum (Kepolisian) dan memviralkan kasus ini secara masif di media sosial.
Terima kasih.
Azis Abdul Ghani
Serang, Banten




