J&T Express Tidak Melakukan Pickup Paket: Saya Dirugikan Hingga Ratusan Paket Tertunda
Sebagai penjual aktif di TikTok Shop maupun Shopee, kepastian layanan pickup dari pihak ekspedisi merupakan elemen penting agar proses pengiriman berjalan lancar. Namun kenyataan di lapangan tidak selalu sesuai ekspektasi. Sebagai seller TikTok Shop, saya mengalami kerugian akibat J&T Express yang berulang kali tidak melakukan pickup meskipun pengaturan di platform sudah diaktifkan sebagai pickup.
Pada sistem TikTok Shop maupun Shopee, saya sudah memilih opsi pickup sesuai prosedur resmi. Artinya, setiap paket yang siap dikirim seharusnya dijemput langsung oleh kurir J&T Express di lokasi toko.
Namun, dalam praktiknya, kurir tidak pernah datang untuk menjemput paket, bahkan ketika jumlah paket yang menunggu pickup mencapai lebih dari 100 paket per hari. Kondisi ini membuat proses operasional terhambat, stok menumpuk, dan pengiriman tertunda tanpa kesalahan dari pihak penjual.
Masalah semakin parah karena sistem TikTok Shop tetap memberlakukan penalti keterlambatan (late shipment penalty) kepada saya. Penalti ini berdampak pada:
- Menurunnya performa toko.
- Penurunan skor pengiriman.
- Risiko dibatasi dari fitur promosi TikTok Shop.
- Kepercayaan pelanggan menurun karena pesanan terlambat diproses.
Padahal, keterlambatan bukan disebabkan penjual, melainkan ketidakhadiran pihak J&T Express untuk menjemput paket sesuai jadwal.
Saya sudah melakukan complain baik ke pihak J&T Express maupun ke TikTok. Namun hingga saat ini, tidak ada penyelesaian yang jelas. Layanan pelanggan hanya memberikan balasan umum tanpa tindakan konkret.
Saya merasa sangat dirugikan, karena setiap hari harus menghadapi akumulasi paket yang tidak terangkut, sementara sistem terus memberikan penalti otomatis.
Dampak yang Dirasakan
- Kerugian finansial langsung akibat penalti dan potensi pembatalan pesanan.
- Operasional harian terganggu, terutama saat volume paket mencapai ratusan.
- Tumpukan paket di gudang, meningkatkan risiko kerusakan atau kehilangan.
- Reputasi toko terancam, karena pelanggan menyangka penjual lambat mengirim barang.
- Beban kerja bertambah, karena harus terus melakukan complain yang tidak pernah ditanggapi dengan baik.
Saya berharap adanya:
- Perbaikan dan kepastian layanan pickup dari J&T Express, khususnya untuk toko dengan volume besar.
- Kolaborasi dan evaluasi sistem antara TikTok dan ekspedisi, agar penalti tidak diberikan sepihak kepada penjual yang tidak bersalah.
- Respons cepat dan solusi nyata, bukan hanya jawaban otomatis atau lempar tanggung jawab antar pihak.
Masalah ini menunjukkan bahwa sistem logistik yang tidak berjalan dengan baik dapat merugikan penjual secara signifikan. Jika tidak segera diperbaiki, bukan hanya penjual yang dirugikan, tetapi juga ekosistem platform dan reputasi ekspedisi itu sendiri.
Saya berharap dengan terbitnya surat ini agar J&T Express dapat memperbaiki kinerjanya agar tidak dibuang lagi saat bekerja sama dengan Shopee, dan pihak TikTok Shop agar lebih tegas terhadap ekspedisi.
Hormat saya,
Ahmad Zamroni
Lampung Tengah, Lampung







