Berita Lainnya

JNT Cargo Tidak Segera Mengirim Paket Walaupun Sudah Sampai Outlet Terakhir, Memutar-Mutar Paket hingga Saat Ini Tidak Ada Kejelasan

Pada 3 Desember, paket saya dikirimkan oleh pengirim dari Jakarta melalui JNT Cargo. Pada 5 Desember subuh, paket saya sampai di JNT Warehouse Pusat Surabaya.

Pada 6 Desember, paket saya sudah sampai di SUB051A pada pukul 10.29 pagi. Saya sebagai penerima barang tentu berekspektasi paket akan dikirim pada hari itu juga. Lokasi outlet SUB051A juga sangat dekat, hanya sekitar 3 kilometer (berdasarkan Google Maps) dari alamat penerima.

Namun hingga hari itu paket tidak kunjung sampai. Setelah saya cek ulang, pada pukul 17.22 paket justru dikembalikan lagi ke JNT Warehouse Pusat Surabaya. Ketika ditanya apa alasannya, jawaban klasik muncul: misroute. Menurut saya ini tidak masuk akal karena jaraknya hanya 3 kilometer.

CS Pusat saat ditelepon tidak memberi jawaban memuaskan. Saya tanya, “Misroute-nya harusnya ke mana?” CS menjawab tidak tahu. CS hanya memberi informasi bahwa tanggal 7 Desember adalah batas maksimal paket saya akan diterima.

Pada 7 Desember, setelah saya melakukan tracking di website, status paket masih sama dan tidak ada pergerakan. Tidak ada satu pun pihak JNT yang menghubungi saya. Saat ditelepon sebelumnya mereka bilang akan koordinasi dan akan menghubungi saya—apakah nomor HP aktif? Ternyata semua hanya basa-basi formalitas, seperti berbicara dengan robot daripada dengan customer service yang seharusnya solutif.

Pada 8 Desember, saat saya lakukan tracking, benar dugaan saya: barang tetap dikirim ke SUB051A. Jadi misroute apanya? Tanggal 6 Desember disebut misroute, tapi tanggal 8 Desember tetap dikirim ke outlet yang sama. Jelas tidak ada misroute, tetapi ada unsur lain.

Kami berusaha mencari tahu outlet SUB051A beserta kontak WhatsApp-nya. Di WhatsApp masih disebut misroute dan tidak cover area, padahal:

  1. Jarak outlet hanya 3 km dari alamat penerima.
  2. Paket sudah dikirim 2 kali ke outlet yang sama.

Akhirnya kami yang harus repot menghubungi sana-sini, buang pulsa, waktu, dan tenaga untuk mengambil paket sendiri ke outlet—padahal ongkos kirim yang dibayarkan sudah termasuk layanan pengantaran ke alamat.

Bisa dilihat juga di WhatsApp, tidak ada permintaan maaf apa pun dari pihak JNT. Lucunya, internal JNT saja seperti tidak ada komunikasi hingga paket dikirim ke warehouse yang sama dua kali. Ini bagaimana bisa terjadi?

Sebagai perbandingan, saya tampilkan layanan Sentral Cargo:

Saya beberapa kali menggunakan Sentral Cargo. Dikirm hari Minggu, Selasa sudah sampai. Sentral Cargo selalu tepat waktu dalam 2 hari, dengan harga yang jauh lebih murah (hampir setengahnya) dan tanpa drama misroute.

Untuk pembaca yang mungkin berkata, “Lha kenapa pakai JNT kalau biasa pakai Sentral Cargo?”
Saya adalah pihak penerima, dan pihak pengirim hanya bisa menggunakan JNT. Ada opsi lain, tetapi pengiriman harus menunggu hari berikutnya. Karena saya pikir JNT akan lebih cepat, saya memilih menerima pengiriman hari itu juga. Ternyata saya salah besar, dan saya menyesal menggunakan layanan ini. Lebih baik menunggu H+1 tapi pasti, daripada harus ekstra usaha menghubungi sana-sini dan ujung-ujungnya mengambil paket sendiri.

Saya membagikan kronologi ini agar JNT bisa berbenah dan lebih menghargai customer, bukan memutar-mutar paket tanpa kejelasan.

Harapan saya, JNT dapat melakukan perbaikan berikut:

  1. JNT Cargo dapat memperbaiki layanan dan memperjelas SOP. Kok bisa misroute tapi dikirim ke outlet yang sama dua kali?
  2. Telepon CS Pusat tolong gunakan IVR yang jelas. Jangan hanya mengandalkan voice recognition yang sering tidak akurat.
  3. Komunikasi internal pusat dan outlet harus lebih baik. Bilangnya koordinasi, tapi kenyataannya nihil. Janji dikirim tanggal 7, tapi tidak ada realisasinya, dan saya tetap harus repot menelepon sana-sini.

Johan
Surabaya

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.