Jaringan MyRepublic Overcapacity, Kabel Pelanggan Dicabut Sembarangan
Saya adalah pelanggan MyRepublic dengan ID pelanggan C5044567. Saya ingin menyampaikan keluhan sekaligus kekecewaan saya terhadap layanan MyRepublic yang sejak awal sudah bermasalah dan hingga saat ini tidak ada penyelesaian yang jelas.
Saya berlangganan layanan internet MyRepublic pada 17 Maret 2026 dan telah melakukan pembayaran di awal sesuai ketentuan. Namun sejak awal penggunaan, layanan sering mengalami gangguan berupa mati total.
Saya baru menyadari internet mati saat pulang mudik pada tanggal 24 Maret 2026, dengan kendala router berkedip-kedip merah (LOS). Saya langsung melapor ke CS MyRepublic dengan tiket pelaporan 14515354 dan dijanjikan teknisi datang pada tanggal 25 Maret 2026 pukul 09.00–11.00. Teknisi tidak datang sesuai waktu yang dijanjikan, sehingga saya menghubungi CS lagi dan meminta bantuan sales pada sore harinya untuk follow up nomor pelaporan 14515354 ke tim teknisi.
Hingga tanggal 27 Maret pukul 14.00, teknisi masih belum datang. Saya menghubungi CS kembali, dan CS menyatakan bahwa nomor pelaporan 14515354 telah selesai dan beres pada tanggal 26 Maret 2026. Hah? Padahal tidak ada teknisi yang datang atau menghubungi, dan internet masih mati. Saya pun dibuatkan tiket pelaporan baru, dan akhirnya teknisi datang pada Jumat sore, 27 Maret 2026, untuk melakukan perbaikan.
Namun sangat disayangkan, tidak lama setelah itu internet kembali mati pada tanggal 30 Maret 2026.
Ketika internet mati, saya langsung mencoba mengecek ke tiang jaringan MyRepublic. Yang lebih mengejutkan, saya menemukan langsung di lapangan bahwa jaringan di tiang tempat saya terhubung sudah melebihi kapasitas. Kapasitas seharusnya hanya untuk 16 kabel, namun dipaksakan hingga ada 19 kabel. Informasi ini saya dapatkan dari teknisi yang sedang memperbaiki kabel milik pelanggan lain—kabel yang dicabut ternyata adalah milik saya.
Akibat overcapacity ini, terdapat 3 kabel yang tidak terpasang dengan baik, termasuk milik saya. Yang lebih memprihatinkan, saya mendapati teknisi mencabut kabel milik pelanggan lain, yang berpotensi menyebabkan pelanggan lain pun mengalami gangguan. Hal ini tentu sangat tidak profesional dan berpotensi menimbulkan konflik antar pelanggan, termasuk dengan tetangga sendiri.
Saya sudah beberapa kali komplain ke pihak MyRepublic sejak 30 Maret 2026 dan berkali-kali melakukan follow up dengan nomor pelaporan 14585957 dan 14586971. Namun hingga saat ini, 10 April 2026, belum ada solusi yang jelas dan tidak ada teknisi yang datang atau menghubungi.
Karena ketidakprofesionalan ini dan tidak adanya konfirmasi terlebih dahulu saat pemasangan, saya merasa lebih baik layanan saya diputus saja. Overcapacity seperti ini hanya akan memicu konflik antar tetangga, padahal kami sama-sama pelanggan MyRepublic.
Saya juga sudah mengirimkan somasi dan permintaan pemutusan layanan tanpa denda melalui email ke CS MyRepublic (cs@myrepublic.net.id), namun hingga lebih dari 1×24 jam tidak ada tanggapan sama sekali. Selain itu, pihak MyRepublic juga tidak menepati janji mengirim teknisi pada tanggal 31 Maret pukul 13.00–15.00—hingga saat ini, 10 April 2026, belum ada yang datang maupun menghubungi.
Hingga saat ini saya sudah tidak mendapatkan layanan internet lebih dari setengah bulan, padahal saya sudah membayar tagihan di awal untuk satu bulan penuh dan tepat waktu.
Melihat kondisi ini, saya merasa sangat dirugikan, baik secara materi maupun kenyamanan. Layanan yang diberikan tidak layak sejak awal, dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah. Saya juga sudah kehilangan kepercayaan terhadap layanan MyRepublic, terutama karena praktik pemasangan yang dipaksakan melebihi kapasitas jaringan.
Melalui tulisan ini, saya berharap pihak MyRepublic dapat segera:
- Menyetujui pemutusan layanan tanpa denda;
- Menghentikan seluruh penagihan;
- Bertanggung jawab atas kerugian yang dialami pelanggan.
Saya terpaksa membuat tulisan ini di Media Konsumen karena sudah lapor ke CS namun tidak kunjung mendapatkan penyelesaian. Apabila tidak ada penyelesaian, saya akan melanjutkan pengaduan melalui jalur resmi seperti Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan instansi terkait.
Saya berharap kejadian ini tidak dialami oleh pelanggan lain di kemudian hari.
Terima kasih.
Nurul Azhar
Sleman, DIY

