Global Excel Indonesia Mempersulit Klaim Rawat Inap Allianz
Kepada yang terhormat tim administrasi penjaminan asuransi Allianz, Global Excel Indonesia.
Tadinya saya tidak ingin mengunggah surat terbuka di media online seperti ini. Tapi setelah email komplain saya sama sekali tidak mendapatkan tanggapan, saya anggap bahwa Bapak/Ibu menyetujui cara saya.
Dengan surat terbuka ini, saya ingin mengajukan komplain terkait keputusan dan penilaian yang tidak logis serta tidak jelas dari pihak Global Excel Indonesia terhadap kondisi istri saya, a.n. Novita ketika istri saya dirawat di RS Mayapada Hospital Tangerang.
Kronologinya:
Pada tanggal 25 November 2025, istri saya mengalami gejala demam hingga suhunya mencapai 40,1°C. Namun karena anak saya sedang di sekolah dan saya juga sedang bekerja, akhirnya saya baru bisa mengantarkan istri saya ke rumah sakit pada malam hari.
Pilihan jatuh ke RS Mayapada Hospital Tangerang karena dulu istri pernah dirawat di sana dan pelayanannya sangat baik.
Sesampainya di IGD, istri saya ditangani langsung oleh dokter IGD karena kondisinya sudah cukup lemas. Saya menjelaskan bahwa istri sudah mengalami demam naik turun selama 10 hari terakhir (gejala pertama tanggal 17 November 2025), dan puncaknya pada 25 November 2025 karena suhu tubuh sempat mencapai 39,9°C dan 40,1°C dalam dua kali pengecekan berbeda (saya ada fotonya).
Pada tanggal istri masuk IGD, di leher tumbuh benjolan yang cukup besar sebagai akibat radang tenggorokan yang tidak sembuh selama 10 hari terakhir. Semua keluhan dan kronologi sudah saya jelaskan sejelas-jelasnya dan serinci-rincinya.
Akhirnya diputuskan istri harus dirawat inap setelah hasil cek lab darah keluar, di mana terdapat indikasi infeksi.
Karena saya sudah mengecek website Allianz bahwa RS Mayapada Hospital Tangerang termasuk dalam jaringan rumah sakit yang melayani cashless berdasarkan keputusan terbaru pihak administrasi penjaminan pelayanan kesehatan Global Excel Indonesia, saya dengan percaya diri mengajukan penjaminan asuransi.
Awalnya kami tenang karena Allianz melalui penjamin sebelumnya, yaitu Ad Medika, selalu mampu melayani layanan cashless seperti ini.
Namun pada 27 November 2025 pukul 00.46 (iya, kalian tidak salah baca, jam setengah satu malam), pihak Global Excel Indonesia mengirimkan SMS kepada saya bahwa status penjaminan istri saya tidak dapat disetujui.
Waw… sangat luar biasa bukan? SMS status klaim pada jam segitu, dan keputusannya adalah ditolak.
Pada pagi harinya, pihak rumah sakit memberikan selembar kertas bersifat rahasia yang menyatakan bahwa mereka tidak dapat menjamin biaya perawatan karena “belum memenuhi kriteria indikasi rawat inap”.
Waw… ternyata menurut pihak Global Excel Indonesia, demam naik turun selama 10 hari dengan benjolan di tenggorokan serta indikasi infeksi berat itu belum layak untuk rawat inap. Saya tidak paham bagaimana mereka menilai suatu kondisi.
Kalau mereka berpikir kami sering memanfaatkan asuransi untuk tindakan overclaim, maka mereka adalah perusahaan yang menilai pasien secara tidak objektif. Tapi jika keputusannya berdasarkan indikasi medis, maka mungkin menurut Global Excel Indonesia yang pantas dirawat inap adalah pasien dalam kondisi koma, kejang, atau pendarahan hebat. Demam 10 hari naik turun dianggap biasa untuk orang dewasa.
Saya jadi ingin lihat bagaimana reaksinya kalau mereka mengalami demam 10 hari naik turun. Apakah cukup mampu bertahan atau malah merengek seperti anak kecil?
Kami adalah tipe orang yang tidak mau ke rumah sakit kalau tidak benar-benar urgent. Bahkan rekam medis saya bisa dicek—paling-paling hanya minta resep paracetamol ke klinik sederhana. Sama sekali tidak pernah rawat inap.
Kalau sampai memutuskan pergi ke rumah sakit, itu artinya kondisinya memang sudah tidak wajar.
Tapi mungkin menurut tim Global Excel Indonesia, demam 10 hari sangatlah wajar bagi orang dewasa.
Saat ini istri saya sudah pulang dari rumah sakit dengan terpaksa karena keterbatasan biaya, walau tenggorokannya masih sulit menelan makanan berat seperti nasi. Bahkan dalam perjalanan pulang tadi, istri saya sempat merasa mau sumeng lagi (untungnya tidak berlanjut). Masih mual juga, dan makan sedikit pun membuat kembung sebagai efek sakit maag karena 10 hari sulit makan.
Jadi untuk apa saya membayar asuransi cashless kalau pihak penjaminnya bekerja seperti ini?
Saya menjadi nasabah asuransi cashless untuk kemudahan—sebagai jaring pengaman ketika keluarga sakit tanpa harus pontang-panting mencari pinjaman darurat. Bukan untuk mempersulit diri.
Segini saja dulu surat terbuka kali ini. Jadi seandainya kondisi istri saya memburuk kembali, saya tahu pihak mana yang harus dicari dalam kasus ini.
Untuk segala bukti terkait kejadian ini tidak akan saya posting. Bahkan saya punya rekaman pembicaraan saya dengan pihak Allianz.
Akhir kata, good job Global Excel Indonesia. Kinerja kalian sangat luar biasa dalam menentukan kondisi seorang pasien.
Juandi Hansen
Tangerang, Banten




