Denda Atome Lazada PayLater Lebih Besar dari Pokok, Tidak Ada Solusi
Halo Media Konsumen,
Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan keluhan terkait tagihan Atome Paylater di platform Lazada.
Saya memiliki tunggakan di Lazada Paylater yang memang terlambat dibayar karena nomor ponsel yang terdaftar hilang sejak 2025, sehingga saya kesulitan mengakses akun Lazada. Saya mengakui adanya kelalaian saya dalam tidak segera mengurus kartu sejak awal, namun saat ini saya berniat melunasi tagihan tersebut.
Pokok tagihan saya sesungguhnya hanya sekitar Rp600.000–Rp700.000 (total penggunaan PayLater). Namun karena terdapat 9 cicilan yang terlambat, denda yang dikenakan mencapai Rp900.000, sehingga total yang harus saya bayar menjadi Rp1.600.000. Sebagian sudah saya cicil sedikit demi sedikit, sehingga sisa tagihan saat ini diperkirakan sekitar Rp1.400.000.
Saya keberatan atas denda sebesar Rp80.000 per cicilan yang terlambat. Sebagai gambaran, pokok cicilan saya hanya sekitar Rp20.000, namun denda yang dikenakan Rp80.000, sehingga total yang harus dibayar per cicilan menjadi lebih dari Rp100.000. Menurut saya, ini tidak proporsional.
Saya bersedia melunasi seluruh sisa tagihan sekaligus jika denda dapat dikurangi atau dihapuskan. Saya sudah mengajukan permohonan keringanan melalui email beberapa kali, namun selalu mendapat jawaban bahwa keringanan hanya bisa diberikan oleh tim collection. Permasalahannya, bagaimana saya bisa dihubungi oleh tim collection jika nomor ponsel yang terdaftar sudah tidak aktif sejak saat itu?
Keterlambatan saya terhitung mulai akhir 2024. Dengan kondisi tersebut, saya berharap denda dapat dibantu untuk dihapuskan. Permohonan keringanan saya dengan nomor pelaporan P260302677 hingga saat ini belum mendapat tanggapan. Saya memiliki niat yang tulus untuk melunasi sisa kewajiban ini, namun prosesnya justru dipersulit oleh sistem yang ada.
Alfie Renaldy
Bandar Lampung
Update (30 Maret 2026): Surat pembaca di atas juga mendapat tanggapan dari pihak Atome Paylater sebagai berikut:


