Bayar Rp25 Juta di Awal, Rama Holidays Jual Poin Hotel Lebih Mahal dari Aplikasi Online
Kepada Yth. Redaksi Media Konsumen dan Publik
Tembusan:
- Customer Service Rama Holidays
- Direktur Rama Holidays
- Ombudsman RI
- YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia)
Perihal: Indikasi penipuan oleh pihak Rama Holidays (https://www.ramaholidays.co/, https://clubrh.co/, https://www.instagram.com/rama.holidays/)
Saya, Edward, melalui surat ini ingin menyampaikan rasa kecewa dan protes terhadap Rama Holidays yang berlokasi di Bali. Model bisnis yang mereka tawarkan adalah sistem prabayar poin untuk pemesanan hotel di kawasan Asia Pasifik. Saya mendapatkan 5.000 poin setiap tahun selama 5 tahun. Jika ingin memesan hotel, saya harus meminta penawaran dari mereka, dan penawaran tersebut akan dihitung menggunakan poin.
Setelah dihitung, poin yang diperlukan ternyata lebih mahal dibandingkan dengan harga aplikasi online. Saat penjualan, mereka menjanjikan bahwa harga menggunakan poin akan lebih murah dibandingkan dengan harga aplikasi online, itulah sebabnya saya tertarik. Sayangnya, hal ini tidak dicantumkan dalam kontrak. Sekarang mereka menyatakan bahwa hotel yang lebih murah adalah hotel milik mereka sendiri (mereka memiliki beberapa hotel di Bali). Sementara saya sudah membayar uang muka sebesar Rp25 juta.
Kronologi
Pada bulan Desember 2023, saya ditawari melalui telepon, paket menginap di Bali selama 3 malam dengan harga Rp899.000. Dengan syarat harus mengikuti seminar (sesi penjualan selama beberapa jam dalam 1 hari yang ditentukan). Saya memutuskan untuk mengambil paket tersebut.
Akhir April/awal Mei 2025, saya menggunakan paket itu. Pada tanggal 2 Mei 2025, saya mengikuti sesi penjualan dan ditawarkan beberapa paket. Singkat cerita, saya memilih paket Asia Pasifik, di mana saya terikat kontrak untuk membayar Rp68.650.000, dengan deposit langsung sebesar Rp25 juta. Sisa pembayaran akan dicicil selama 2 tahun ke depan. Dalam paket ini, saya mendapatkan total 5.000 poin per tahun selama 5 tahun. Jadi total poin yang saya dapatkan adalah 25.000 poin.
Untuk menambah kerumitan, ada total biaya yang harus dibayar sebesar Rp2.500 per poin per tahun, tetapi tahun pertama digratiskan. Jadi total yang harus dibayar selama 5 tahun adalah Rp2.500 x 5.000 poin x 4 tahun = Rp30.000.000.
Dengan demikian, selama 5 tahun, saya mendapatkan 25.000 poin dengan total biaya Rp98.650.000.
Saya dijanjikan oleh sales bernama Zu****** A*****, bahwa harga pembelian poin tersebut akan lebih murah dibandingkan harga hotel di aplikasi online. Saya mengkonfirmasi kembali sebelum menandatangani kontrak kepada Zu******, dan dia menegaskan janji tersebut.
Selama proses penjualan, Zu****** juga mencoret Rp30.000.000, yang saya artikan sebagai diskon. Namun kenyataannya, ini adalah kebohongan.
Pada 9 November 2025, saya menghubungi Rama Holidays untuk menanyakan tarif hotel di Jepang, mencakup lima jenis hotel. Ternyata, harga hotel tersebut sekitar 45% lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang saya temukan di aplikasi online Trip.com. Sebagai contoh, Agora Tokyo Ginza untuk periode 3 – 13 Desember 2025, 1 kamar superior tanpa sarapan = 13.647 poin.
Jika dihitung selama 5 tahun, 25.000 poin setara dengan Rp98.650.000 (Rp68.650.000 + 4xRp7.500.000). Ini berarti 1 poin = Rp 3.946 dan 13.647 poin = Rp53.851.062. Sementara itu, harga di Trip.com untuk periode dan hotel yang sama adalah Rp36.602.794. Jelas ada perbedaan yang sangat jauh.
Saya telah mengajukan keluhan berkali-kali. Awalnya, nomor telepon Rama Holidays dapat dihubungi, tetapi setelah seminggu, tidak bisa dihubungi lagi. Untuk komunikasi melalui WhatsApp, responnya sangat lambat dan sering diabaikan. Customer Service Rama Holidays menyatakan bahwa harga yang lebih murah adalah untuk hotel dalam grup Rama Holidays sendiri, bukan untuk hotel lain. Ini jelas merupakan kebohongan yang dilakukan oleh Rama Holidays saat melakukan penjualan.
Saya meminta untuk berbicara langsung dengan pihak manajemen, tetapi tidak pernah mendapatkan tanggapan. Hingga akhirnya, pihak manajemen yang diwakili oleh W**** P****** sebagai direktur mengirimkan surat melalui email pada tanggal 31 Desember 2025, yang menyatakan bahwa mereka tidak dapat melakukan refund.
Kesalahan saya adalah tidak ada bukti tertulis (dalam kontrak) mengenai janji dari sales yang menyatakan bahwa mereka menjanjikan harga yang lebih murah dibandingkan aplikasi online.
Protes dan Tuntutan
Yang saya harapkan adalah pembatalan kontrak dan pengembalian dana sebesar Rp25 juta. Karena dalam proses penjualannya, pihak Rama Holidays telah melakukan penipuan dengan janji yang tidak benar.
Saya juga merasa sangat kecewa karena sebagai pelanggan yang sudah melakukan pembayaran, pihak Rama Holidays mengabaikan saya baik melalui telepon maupun WhatsApp, sangat sulit untuk dihubungi dan saya harus melakukan follow up setiap hari. Intinya, untuk apa saya membayar paket dengan kontrak 5 tahun yang dibayar di awal, jika harganya lebih mahal dibandingkan aplikasi online? Lebih baik saya langsung membeli dari aplikasi online.
Seruan untuk Masyarakat
Bagi calon pelanggan lainnya, sebaiknya menjauh dari Rama Holidays karena mereka tidak menjalankan bisnis dengan jujur. Sudah ada beberapa korban lain yang juga menghubungi saya melalui media sosial.
Edward
Jakarta Barat





