Bank Mandiri Menagih Rp10 Juta untuk Transaksi QRIS yang Gagal dan Tidak Profesional dalam Penanganannya
Terima kasih kepada Media Konsumen yang telah memuat surat pembaca saya. Izinkan saya untuk meluapkan kekecewaan terhadap Bank Mandiri, karena saya sudah melaporkan masalah ini ke CS Mandiri melalui telepon. Namun, beberapa kali saya menghubungi, beberapa kali juga terdapat perbedaan keterangan dan kontradiksi antar call center. Memang sudah sejak lama bahwa Bank Mandiri ini punya call center yang hampir tidak ada gunanya.
Saya mengalami masalah gagal transaksi pada saat pembayaran menggunakan QRIS di merchant offline, yang mana transaksi diproses pada tanggal 4 Oktober 2025 sebanyak satu kali dengan nama merchant Winarta Store. Karena pada saat transaksi ada keterangan tertunda, saya disuruh menghubungi Mandiri Call. Saya pikir memang limit akan kembali dengan cepat karena memang transaksinya tidak berhasil.
Namun, pada siang hari kemudian saya merasa ada yang aneh karena tidak ada konfirmasi lanjutan perihal gagal transaksi tersebut. Padahal, kalau saya beli GoFood menggunakan kartu kredit Mandiri, jika pembayaran gagal, seharusnya akan terlihat di aplikasi Livin’ (limit kembali).
Pada saat kejadian, akhirnya saya malah jadi mengeluarkan uang ganda sebesar Rp11.440.000, yang mana harusnya saya hanya mengeluarkan Rp1.440.000 saja dan sisanya Rp10.000.000 melalui scan QR. Namun gara-gara Livin’ Bank Mandiri ini ngadi-ngadi, saya jadi harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi untuk membayar kebutuhan sembako yang saya beli.
Saya melaporkan hal ini ke pihak Bank Mandiri dan malah mendapatkan respons yang datar, penuh sinis dari call center-nya, yang di tanggal 4 Oktober 2025, mengatakan bahwa saya harus menunggu sampai dengan tanggal 11 Oktober 2025. Jika memang uangnya kembali, pasti akan kembali; kalau tidak, baru akan ditindaklanjuti setelah tanggal tersebut.
Padahal di toko tersebut saya memastikan sampai berkali-kali bahwa yang bersangkutan, pemilik toko, menunjukkan riwayat pembayaran bahwa tidak ada riwayat dari pembayaran yang saya lakukan, dan memang tidak ada riwayat uang masuk dari Bank Mandiri kepadanya pada saat itu maupun di hari itu.
Lagi pula, saya lihat dan cermati, ternyata laporan serupa juga sudah banyak di Media Konsumen ini. Bank Mandiri sering gagal dalam hal pembayaran QR, tapi nasabahnya tetap dibebankan tagihan atas apa yang sebetulnya gagal atau tidak pernah terjadi.
Saya pun mengalaminya sendiri karena itu tertagih dan masuk billing statement.
Bagaimana mungkin pihak merchant tidak pernah menagih kepada Bank Mandiri, tapi tagihan itu tetap ada dari pihak Mandiri untuk ditagihkan kepada nasabah, padahal pembayaran statusnya tertunda dan memang tidak berhasil.
Sampai-sampai call center kalian yang memang nggak ada gunanya itu kalau bicara selalu ngawur, memperlakukan saya seolah-olah kartu kredit saya ini kena card skimming, yang mana itu adalah dua hal yang sangat berbeda dengan apa yang saya alami. Harus repot buat sanggahan, harus repot buat surat pernyataan, seolah seperti orang yang mengalami transaksi yang tidak dilakukannya tiba-tiba ada transaksi gaib di rekening maupun kartu kreditnya.
Itu adalah hal yang jauh berbeda dengan apa yang saya alami, jadi tidak dapat diperlakukan sama, wahai Bank Mandiri.
Sebagai contoh, saya mengalami masalah ketika setor tunai kepada Bank BNI. Jumlah yang saya setor tidak sama ketika saya melakukan print mutasi. Dengan mudahnya saya cukup menghubungi call center, dibuatkan laporan, masalah selesai, tidak bertele-tele seperti Bank Mandiri ini.
Dan juga marketing kalian yang sering telepon saya tapi PHP menawarkan Power Cash dengan biaya admin Rp50.000 atau Rp100.000. Tidak lama lagi kemudian beda lagi bicaranya, setelah satu hari atau cuma berbeda beberapa jam biaya adminnya berubah menjadi 1% atau 2% dari pokok. Dan sudah beberapa kali seperti ini, padahal cuma beda satu hari atau beberapa jam karena saya mau pikir-pikir dulu, langsung beda statement-nya, langsung beda adminnya. Hadehh.
Kembali ke persoalan pembayaran atas transaksi saya yang gagal, saya minta agar ini ditindaklanjuti dan dipercepat. Dari pihak merchant sudah menunjukkan bahwa tidak ada transaksi yang ditagihkan oleh pihak Bank Mandiri di tanggal tersebut, dan transaksi tersebut tidak tercatat di bank mereka (QRIS merchant Danamon).
Pada tanggal 4 November yang lalu, saya melakukan belanja lagi di merchant yang sama, dengan total transaksi 10 juta 800 ribu rupiah. Saya membayar Rp10 juta menggunakan QRIS, dan transaksi tersebut berhasil masuk ke akun pemilik toko. Ini adalah buktinya:
Agar ini menjadi perhatian dan ditindaklanjuti oleh Bank Mandiri, mengingat itu bukan jumlah kecil ataupun sedikit. Mohon bantuan dan perhatian dari pihak terkait. Terima kasih.
Tatiek Renita
Jakarta Selatan






