Aplikasi Permata ME Bermasalah Saat Pembayaran dan Transfer Dana ke Rekening Sendiri, Tagihan KTA Dikenakan Denda Sepihak
Melalui surat ini, saya menyampaikan keluhan terhadap kualitas pelayanan dan kualitas teknologi Bank Permata. Saya memiliki tagihan KTA sejumlah Rp1.5**.*** di Bank Permata. Pada tagihan periode Desember 2025, tepatnya pada tanggal 27 (jatuh tempo pembayaran), saya telah berusaha melakukan pembayaran. Namun gagal, karena kendala gagal login ke Permata ME sejak tanggal 26 Desember 2025 hingga melewati tanggal 27 Desember 2025.
Metode pembayaran yang berjalan selama ini adalah auto debet dari saldo rekening. Namun, karena gagal login berkali-kali dengan notifikasi error aplikasi yang tidak jelas, saya akhirnya terlewat melakukan pembayaran. Sayangnya saya tidak sempat bukti capture pesan gagal login “Ada masalah pada aplikasi, silakan coba login beberapa saat lagi”, dan bukti capture tidak bisa kirim dana ke rekening Permata saya sendiri dengan pesan “Rekening tidak ditemukan”. Padahal beberapa kali sebelumnya tidak ada kendala saat ingin transfer dana dari bank lain ke rekening Permata saya.
Saya baru teringat kembali ketika H+7 sejak jatuh tempo saya dihubungi petugas collection. Pada momen tersebut, saya sudah menjelaskan kronologis dan kendala yang saya alami, serta meminta agar jika saya sudah berhasil melakukan pengisian dana ke rekening, tidak dikenakan beban denda. Petugas collection saat itu mengiyakan.
Singkat cerita, saya melakukan pengisian dana sejumlah tagihan. Namun, tidak lama kemudian terjadi pemotongan saldo sebesar Rp150.000, yang dalam berita acara disebutkan sebagai biaya denda keterlambatan. Akibatnya, saya harus mengirimkan kembali kekurangan dana ke rekening agar pembayaran tagihan Desember 2025 tersebut dapat terselesaikan.
Selanjutnya, saya menghubungi Bank Permata melalui email ke care@permata.co.id dan juga melalui saluran telepon terkait permintaan pengembalian denda. Saya diminta menunggu, namun tidak ada tindak lanjut atau panggilan feedback apa pun setelahnya. Hingga akhirnya saya menghubungi customer service Permata melalui layanan pelanggan pada aplikasi Permata ME, barulah dibuatkan tiket pengaduan. Per tanggal 22 Januari 2026, terdapat SMS yang masuk ke nomor terdaftar saya di Permata ME yang menyatakan pengajuan saya tidak disetujui.
Terlampir bukti-bukti sebagai berikut:
- Gambar kotak berwarna hijau bukti saya sudah kirimkan dana sejumlah tagihan Rp. 1.5**.*** beberapa hari setelah tagihan terlewat karena tidak bisa transfer dan tidak bisa login ke mbanking PermataME. Saya sudah telepon mereka dan mereka resposn akan memproses pengembalian dana dengan membuatkan tiket, tapi tiket tidak dibuat (telepon layanan berbayar).
- Gambar kotak berwarna merah, bukti dana yang saya kirimkan justru dipotong denda, sehingga ada kekurangan pembayaran yang saya tidak ketahui.
- Gambar kotak berwarna biru, pemotongan pembayaran KTA dari dana yang saya setor (gambar kotak berwarna hijau) yang akhirnya ada kekurangan bayar.
Saya hubungi mereka dari layanan CS Online melalui aplikasi, dan tidak ada histori pemanggilan. Mereka membuatkan tiket bernomor: 1uxmfx dan saya diminta untuk menunggu beberapa hari.
SMS pemberitahuan datang, yang berisi “Pengajuan Anda untuk nomor tiket 1uxmfx tidak dapat diproses“, tanpa ada keterangan/kejelasan lanjutan apapun.
Aplikasi Permata ME sering kali mengalami error, sulit diakses, dan banyak kendala lainnya, yang kerap menghambat aktivitas serta transaksi perbankan saya di Bank Permata. Hal ini bukan kali pertama terjadi, dan kembali saya merasa dirugikan. Saya memohon agar pihak Permata ME mengkaji ulang kualitas dan kuantitas fitur serta seluruh fungsi pada aplikasi Permata ME.
Melalui surat terbuka ini, saya meminta pihak Bank Permata untuk mengembalikan pemotongan biaya keterlambatan pembayaran saya sebesar Rp150.000. Saya merasa dirugikan karena adanya kendala besar pada aplikasi yang menghambat saya dalam memenuhi kewajiban pembayaran. Selain itu, setelah kewajiban tersebut dibayarkan, saya tetap dibebankan biaya keterlambatan secara sepihak.
Terima kasih. Hormat saya,
Christian
Jakarta Pusat


