Berita Lainnya

Accurate POS Tetap Tidak Memberikan Akses ke Data Pengguna Meskipun Diminta Secara Baik-baik

Salam untuk Redaksi Media Konsumen,

Saya ingin memberikan pembaruan terkait keluhan saya sebelumnya mengenai permintaan ekspor data transaksi dari layanan Accurate POS yang tidak dapat diakses setelah masa langganan berakhir.

Setelah laporan saya dipublikasikan di Media Konsumen, pihak Customer Experience Accurate Indonesia menghubungi saya melalui WhatsApp dan menyampaikan bahwa kasus saya sudah dievaluasi oleh pihak manajemen.

Namun, hasil akhirnya adalah sebagai berikut:

  1. Accurate hanya menawarkan diskon 50 % dari harga langganan,
    meskipun yang saya butuhkan hanyalah akses singkat read-only untuk mengekspor data transaksi yang saya sendiri input.
  2. Ketika saya menolak opsi tersebut (karena usaha saya sudah tutup dan saya tidak memerlukan layanan apa pun selain ekspor data), pihak Accurate menyatakan bahwa itu adalah solusi terakhir, dan mereka menutup pembicaraan.
  3. Mereka beralasan bahwa memberikan akses read-only atau membantu ekspor manual akan “mengganggu layanan Accurate secara keseluruhan”.

Saya menghormati jawaban mereka, tetapi sebagai pengguna, saya merasa perlu menegaskan kembali poin berikut:

  • Saya tidak meminta menggunakan fitur Accurate, tidak meminta aktivasi layanan, tidak meminta modul POS, inventori, atau fitur lain.
  • Yang saya minta hanyalah akses sementara untuk mengekspor data saya sendiri, yang selama ini saya input ke sistem Accurate POS.

Saya hanya ingin menyelamatkan data pembukuan usaha saya yang sudah tidak beroperasi, bukan mendapatkan manfaat layanan kembali.

Sebagai pembanding, banyak platform software internasional seperti Shopify, QuickBooks, Xero, Notion, dan lainnya mengizinkan pengguna mengekspor data bahkan setelah akun nonaktif tanpa harus membayar langganan penuh, karena data dianggap sebagai hak pengguna, bukan produk berbayar.

Saya menulis surat lanjutan ini bukan untuk memperpanjang konflik, tetapi agar:

  1. Konsumen lain bisa mengetahui bagaimana kebijakan Accurate POS ketika masa langganan berakhir.
  2. UMKM bisa mempertimbangkan risiko kehilangan akses data ketika memilih sistem POS berbasis langganan.
  3. Perusahaan dapat mempertimbangkan kebijakan yang lebih ramah pengguna di masa depan, terutama terkait hak akses atas data pribadi dan data usaha.

Terima kasih Media Konsumen atas ruang yang diberikan. Semoga pengalaman saya ini dapat membantu UMKM lain dalam mengambil keputusan yang tepat.

Hormat saya,

Ade Naufal Ammar
Pekanbaru, Riau

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.